Iklan
LATEST TWEET

Hadapi Pergerakan Massa Besar-besaran Pasca 22 Juli, POLRI Gelar Kekuatan Penuh

July 21, 2014       Uncategorized      
Pihak Kepolisian dipastikan akan menggelar kekuatan penuh menghadapi pergerakan massa besar-besaran pasca tanggal 22 Juli 2014. Gelar kekuatan ini dilakukan dengan berkoordinasi dengan TNI dan pihak-pihak terkait lainnya untuk menjaga keamanan masyarakat. (photo courtesy sindonews.net)

Pihak Kepolisian dipastikan akan menggelar kekuatan penuh menghadapi pergerakan massa besar-besaran pasca tanggal 22 Juli 2014. Gelar kekuatan ini dilakukan dengan berkoordinasi dengan TNI dan pihak-pihak terkait lainnya untuk menjaga keamanan masyarakat. (photo courtesy sindonews.net)

JAKARTA, POS RONDA – Kepolisian Republik Indonesia (POLRI) akan menggelar kekuatan penuh sebagai antisipasi pengamanan terhadap meningkatnya pergerakan massa secara besar-besaran pasca pengumuman hasil pemilihan presiden (pilpres) tanggal 22 Juli ini. Konsentrasi kekuatan POLRI tersebut akan lebih banyak dikerahkan di Pulau Jawa dan Sumatra.

Kapolri Jenderal Polisi Sutarman dalam pernyataannya hari Jum’at lalu (18/7) mengakui bahwa operasi pengamanan  ini merupakan hal serius, dan akan bekerja sama dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan pihak Pamswakarsa serta akan menerjunkan lebih dari 100.000 personel lapangan.

Komando Daerah Militer (KODAM) Siliwangi bahkan juga telah mengeluarkan pernyataan siap untuk ikut serta dalam upaya pengamanan di wilayah Jawa Barat. Tenaga intelejen juga disiagakan untuk mendapatkan informasi-informasi krusial mengenai pergerakan massa besar-besaran tersebut.

Dalam upaya pengawasan, pihak POLRI akan mendirikan lebih dari 3000 titik jaga (checkpoint) di sepanjang jalan raya di Pulau Jawa dan Sumatra, terutama di jalur Pantura, Lintas Selatan Jawa, dan Jalan Raya Trans-Sumatra di mana pergerakan massa yang diperkirakan berjumlah hingga jutaan orang akan terjadi.

Pengamanan juga akan dilakukan di sentra-sentra perekonomian masyarakat, tempat keramaian, rumah ibadah, dan objek-objek vital lainnya. Langkah ini dilakukan untuk meminimalisir kejadian-kejadian yang tidak diinginkan serta menjaga keamanan dan kestabilan nasional.

Meski demikian, POLRI melalui Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes POLRI, Brigjen Pol Boy Rafli Amar, menyatakan bahwa masyarakat tidak perlu bereaksi berlebihan seperti resah atau panik dengan operasi ini karena merupakan langkah pengamanan yang menjadi agenda rutin kepolisian setiap tahunnya.

“Operasi Ketupat 2014 akan dilaksanakan selama 16 hari, mulai 22 Juli hingga 6 Agustus. Kami bekerja sama dengan semua stakeholder melayani masyarakat agar pelaksanaan Idul Fitri ini, baik pra, saat, dan pasca dapat berjalan lancar,” ujar Boy di Jakarta, Kamis lalu (17/7).

Brigjen Polisi Boy Rafli Amar menyerukan kepada masyarakat agar tidak bereaksi berlebihan seperti panik ataupun resah, karena gelar kekuatan ini adalah agenda rutin tahunan POLRI yang diberi nama Operasi Ketupat, untuk pengamanan arus mudik. (photo courtesy indopos.co.id)

Brigjen Polisi Boy Rafli Amar menyerukan kepada masyarakat agar tidak bereaksi berlebihan seperti panik ataupun resah, karena gelar kekuatan ini adalah agenda rutin tahunan POLRI yang diberi nama Operasi Ketupat, untuk pengamanan arus mudik. (photo courtesy indopos.co.id)

 

“Bang Thoyib”, Tiga Lebaran Tak Pulang-pulang

 

Bagi personel kepolisian yang akan diterjunkan ke lapangan, Operasi Ketupat 2014 akan menjadi medan yang berat untuk melaksanakan tugas. Sekitar 28 juta hingga 30 juta penduduk akan melakukan perjalanan  ke kampung halaman masing-masing, dan arus mudik diperkirakan meningkat hingga 11 persen dibandingkan tahun 2013.

Inspektur Polisi Satu (Iptu) Abdul Thoyib, salah seorang personel yang ditugaskan di lapangan selama Operasi Ketupat berlangsung, mengaku dirinya sedikit cemas menghadapi para pemudik tahun ini. Menurutnya, bertambahnya arus mudik berarti bertambahnya jumlah orang dan kendaraan yang harus diawasi dan diatur agar tidak merugikan pemudik lainnya.

“Apalagi sekarang-sekarang ini dealer mobil makin aneh. Beberapa hari yang lalu saya lihat promosi mereka, pakai mobilnya sekarang tapi mulai cicilnya setelah lebaran. Ini akan mendorong orang-orang untuk membeli mobil, dan jalanan saat mudik akan tambah padat. Tambah padat artinya resiko kecelakanan lebih tinggi” ujar Abdul.

Walaupun hampir dipastikan bahwa Operasi Ketupat tahun ini lebih berat dibandingkan tahun lalu, Abdul yang sudah melewatkan Hari Lebaran bersama keluarga selama tiga tahun terakhir ini mengaku bahwa dirinya siap melaksanakan tugas sebaik-baiknya.

“Sudah tiga lebaran berturut-turut saya lewatkan tidak bersama keluarga di rumah, karena bertugas di Operasi Ketupat. Berhubung nama saya Abdul Thoyib, teman-teman jadi sampai memanggil saya Bang Thoyib. Tapi karena ini tugas dan demi menafkahi keluarga, saya siap bertugas.” kata Abdul sambil tertawa.

Pergerakan massa dalam jumlah besar menuju kampung halaman masing-masing, atau yang sering disebut mudik, seperti yang terpantau di Pelabuhan Merak. Puluhan juta orang diperkirakan akan ikut serta dalam proses mudik, dan ini merupakan tantangan besar bagi para petugas yang bertugas mengatur dan menjaga keamanan di lapangan. (photo courtesy viva.co.id)

Pergerakan massa dalam jumlah besar menuju kampung halaman masing-masing, atau yang sering disebut mudik, seperti yang terpantau di Pelabuhan Merak. Puluhan juta orang diperkirakan akan ikut serta dalam proses mudik, dan ini merupakan tantangan besar bagi para petugas yang bertugas mengatur dan menjaga keamanan di lapangan. (photo courtesy viva.co.id)

Abdul juga menceritakan bahwa di lapangan, para petugas selalu menghadapi resiko, dari yang ringan seperti sekedar masuk angin hingga bertaruh nyawa karena tersenggol mobil berjalan jika ada pemudik yang tidak disiplin dalam berkendara.

Oleh karena itu, Abdul berpesan kepada para pemudik untuk menjaga diri dan rombongannya agar bisa taat terhadap aturan dan patuh pada petunjuk para petugas di lapangan. Kerjasama antara pemudik dan petugas akan menjadi kunci suksesnya Operasi Ketupat tanpa terjadinya insiden berarti.

“Baik pemudik dan petugas sama-sama punya keluarga yang menunggu di rumah dan kampung halaman, maka kami sangat berharap kerjasama dari masyarakat untuk mentaati aturan yang berlaku agar mudik tahun ini berjalan dengan lancar dan aman.” pesan Abdul. (Sha01)

 

*POS RONDA mengucapkan selamat bertugas kepada para petugas POLRI, TNI, Dishub, Pamswakarsa, dan seluruh pihak terkait yang akan mengawal Operasi Ketupat dan proses mudik tahun ini agar berjalan tertib, aman, dan lancar.

 

====

 

DISCLAIMER

Iklan

Shaka

Other posts by


FOLLOW US

ARTIKEL LAWAS