Iklan
LATEST TWEET

Jerman Juara, Fans Kebingungan Karena Timnasnya Menang

July 14, 2014       Uncategorized      
Stadion Maracana di kota Rio de Janeiro menjadi saksi kemenangan Jerman atas Argentina di final Piala Dunia 2014. Dalam pertandingan tersebut, Jerman menang tipis 1-0 berkat gol Mario Goetze di babak perpanjangan waktu. (photo courtesy bbc.co.uk)

Stadion Maracana di kota Rio de Janeiro menjadi saksi kemenangan Jerman atas Argentina di final Piala Dunia 2014. Dalam pertandingan tersebut, Jerman menang tipis 1-0 berkat gol Mario Goetze di babak perpanjangan waktu. (photo courtesy bbc.co.uk)

HAMBURG, POS RONDA – Kegembiraan para pendukung tim nasional Jerman setelah menjuarai Piala Dunia 2014 semalam (13/7) ternyata disertai kebingungan dengan fakta bahwa mereka menang. Kemenangan tipis 1-0 atas Argentina rupanya mengejutkan bagi para penduduk Jerman sendiri yang merasa bahwa timnas mereka akan dicurangi oleh konspirasi lawannya.

Jerman memastikan diri sebagai pemenang turnamen setelah gelandang menyerang Mario Goetze mencetak gol di babak tambahan waktu menit ke-113, sementara Argentina gagal membalas hingga pertandingan usai. Ini merupakan gelar juara Piala Dunia keempat bagi Jerman setelah sebelumnya juara pada tahun 1954, 1974, dan 1990. Pada tahun 1990, Jerman juga menang atas Argentina di final dengan skor 1-0 hasil dari pinalti Andreas Brehme.

“Kami tidak mengira akan menang. Memang prediksi Piala Dunia banyak yang mengunggulkan Jerman, tapi kami kira kami akan dicurangi.” ujar Marco Nacht, seorang warga negara Jerman yang berdomisili di kota Hamburg.

Nacht, yang juga berprofesi sebagai wartawan politik di harian Die Hamburgerzeitung, awalnya tidak percaya timnas kesayangannya akan menang mengingat kecurigaan bahwa lawannya akan bermain tidak jujur.

Para pemain timnas Jerman merayakan kemenangan mereka bersama trofi Piala Dunia. Ini merupakan kemenangan keempat Jerman di final Piala Dunia setelah sebelumnya juara pada tahun 1954, 1974, dan 1990. Gelar juara tahun ini mengejutkan karena didapatkan di tanah Amerika Latin, di mana sebelumnya tidak pernah ada negara Eropa yang memenangkan turnamen tersebut di benua Amerika. (photo courtesy usatoday.com)

Para pemain timnas Jerman merayakan kemenangan mereka bersama trofi Piala Dunia. Ini merupakan kemenangan keempat Jerman di final Piala Dunia setelah sebelumnya juara pada tahun 1954, 1974, dan 1990. Gelar juara tahun ini mengejutkan karena didapatkan di tanah Amerika Latin, di mana sebelumnya tidak pernah ada negara Eropa yang memenangkan turnamen tersebut di benua Amerika. (photo courtesy usatoday.com)

“Banyak hal yang memberatkan kami. Bermain di Amerika Latin, belum ada timnas dari Eropa yang bisa menang di final. Kami juga curiga terhadap kenetralan wasit dan FIFA sekalipun.” tambah Nacht.

Berbagai media massa di Jerman, menurut Nacht, sebenarnya telah sepakat untuk melansir berita-berita yang menyudutkan timnas Argentina dan perangkat FIFA apabila Jerman kalah di pertandingan final.

Prediksi yang beredar selama beberapa hari terakhir ini menunjukkan Jerman menang di atas kertas sehingga rakyat Jerman mewajibkan timnasnya untuk menjadi juara, meski ada kekhawatiran kalah. Segala bentuk kekalahan kemudian akan diolah dalam bentuk tuduhan kecurangan di pihak lawan.

Berdasarkan pengakuan Nacht, berita menyudutkan yang akan diturunkan antara lain para pemain Argentina mengonsumsi steroid atau obat-obatan ilegal, wasit yang disuap, hakim garis yang diintimidasi, keberpihakan FIFA kepada Argentina, sampai dengan para pendukung lawan yang menyewa jasa dukun voodoo, serta konspirasi yang dilakukan antara pengawas papan skor dan perawat rumput di stadion.

“Kami sudah menyiapkan segalanya untuk membentuk opini di masyarakat bahwa Jerman pasti menang, dan apabila kekalahan terjadi artinya timnas kami dicurangi. Dalam kondisi seperti sekarang, kami tidak tahu akan diapakan bahan-bahan yang telah kami siapkan.” terang Nacht.

Meski demikian, bukan berarti serangan media massa Jerman terhadap timnas Argentina akan dihentikan. Didapuknya kapten timnas Argentina Lionel Messi sebagai pemenang Bola Emas – ekuivalen dengan gelar pemain terbaik dalam turnamen – membuat kemenangan Jerman menjadi kurang sempurna.

Lionel Messi berjalan dengan lesu menuju tribun utama untuk menerima trofi Bola Emas. Meski demikian, media massa mungkin akan menuding FIFA memberikan perlakuan khusus kepada Messi karena kapten timnas Argentina tersebut merupakan salah satu duta Adidas, partner resmi FIFA dalam perhelatan Piala Dunia 2014. (photo courtesy bbc.co.uk)

Lionel Messi berjalan dengan lesu menuju tribun utama untuk menerima trofi Bola Emas. Meski demikian, media massa mungkin akan menuding FIFA memberikan perlakuan khusus kepada Messi karena kapten timnas Argentina tersebut merupakan salah satu duta Adidas, partner resmi FIFA dalam perhelatan Piala Dunia 2014. (photo courtesy bbc.co.uk)

Pemain Jerman lainnya seperti Thomas Mueller, Bastian Schweinsteiger, dan Manuel Neuer dianggap lebih pantas untuk mendapatkan trofi Bola Emas. Neuer, yang memenangkan trofi Sarung Tangan Emas sebagai kiper terbaik turnamen, dianggap akan menyempurnakan kemenangan Jerman apabila dapat menyatukan kedua trofi emas tersebut.

Dari luar timnas Jerman, nama seperti James Rodriguez (Kolombia), Arjen Robben (Belanda), dan rekan timnas Messi, Javier Mascherano, juga dianggap lebih pantas memenangkan Bola Emas.

Nacht memperkirakan penobatan Messi sebagai pemain terbaik akan tetap membuat FIFA dituduh memihak, karena hak penentuan gelar tersebut merupakan milik technical committee FIFA, bukan atas konsensus media.

Selain itu, status Messi sebagai duta Adidas – salah satu partner resmi FIFA dalam Piala Dunia 2014 – membuat media curiga bahwa ia mendapat perlakuan khusus oleh induk olahraga sepakbola tersebut. Messi juga merupakan goodwill ambassador untuk UNICEF. Nacht mengatakan bahwa media akan menuding Messi meraih Bola Emas akibat kepopulerannya semata.

Saat dihubungi oleh koresponden POS RONDA, Public Relations Officer FIFA Bevis Tisserand menampik tudingan tersebut dan mengatakannya sebagai tuduhan yang ‘absurd’. Menurut Tisserand, keputusan pemberian gelar Bola Emas kepada Messi telah melewati tahapan yang seharusnya.

“Hal itu tidak benar. Technical committee kami telah melakukan analisis terstruktur dari statistik pertandingan dan perilaku individu di luar lapangan. Bola Emas bukan hanya untuk pemain berkemampuan tinggi, namun juga untuk yang bisa menjadi panutan. Jadi keliru apabila dikatakan penentuannya hanya berdasarkan popularitas.” terang Tisserand melalui telepon. (cz710)

 

====

 

DISCLAIMER

 

====

 

*Redaksi POS RONDA mengucapkan selamat kepada tim nasional Jerman yang dengan sangat pantas menjadi juara Piala Dunia 2014. Redaksi juga mengucapkan selamat kepada Lionel Messi untuk gelar Bola Emas, Manuel Neuer untuk gelar Sarung Tangan Emas, dan James Rodriguez untuk Sepatu Emas. Terima kasih Brazil! Kami menanti Piala Dunia tahun 2018.

Iklan

Shaka

Other posts by

One Respond

FOLLOW US

ARTIKEL LAWAS