Iklan
LATEST TWEET

Dituding Penipu, Kancil Protes Pernyataan Jusuf Kalla

July 01, 2014       Pemilu 2014, Pendidikan, Politik      
Jusuf Kalla dalam acara debat calon wakil presiden hari Minggu lalu (29/6). Dalam acara tersebut, Kalla sempat menyebutkan bahwa cerita dongeng Kancil cenderung menipu dan harus dihilangkan dari buku-buku pelajaran. (photo courtesy tribunnews.com)

Jusuf Kalla dalam acara debat calon wakil presiden hari Minggu lalu (29/6). Dalam acara tersebut, Kalla sempat menyebutkan bahwa cerita dongeng Kancil cenderung menipu dan harus dihilangkan dari buku-buku pelajaran. (photo courtesy tribunnews.com)

JAKARTA, POS RONDA – Tokoh cerita anak-anak Kancil memprotes pernyataan calon wakil presiden (cawapres) Jusuf Kalla yang ingin menghapus kisah dirinya dari buku-buku pelajaran sekolah. Pernyataan Kalla yang ingin menghapus cerita Kancil tersebut terlontar dalam acara debat cawapres yang diselenggarakan pada hari Minggu lalu (29/6), saat berbicara mengenai pendidikan budi pekerti.

“Budi pekerti dapat diterapkan dalam semua pelajaran, bisa dalam sejarah, budi pekerti di matematika,  bagaimana mengatur disiplin. Budi pekrti tidak hanya ilmu pengetahuan saja. Contohnya Bahasa Indonesia, kita ajarkan cerita heroik, hilangkan cerita soal Kancil yang cenderung menipu.” papar Kalla dalam debat menghadapi cawapres Hatta Rajasa.

Menurut Kalla, sifat kancil yang suka menipu tidak sesuai dengan prinsip perubahan revolusi mental yang diusungnya bersama calon presiden Joko Widodo. Anak-anak, menurutnya, harus diberikan cerita mengenai Bangsa Indonesia yang dinamis, tangguh, dan pintar.

Pernyataan Kalla ini kemudian mendapat tanggapan dari sang tokoh Kancil sendiri. Dalam menggunakan hak jawab dan hak tanggapnya, Kancil mengutip pernyataan dari anggota tim sukses Jokowi-JK, Luhut Pandjaitan, mengenai Kalla. Beberapa waktu lalu, Luhut memuji Kalla dengan mengatakan karakternya seperti Kancil, banyak bergerak dan banyak memiliki ide.

“Saya masih ingat pernyataan Pak Luhut bilang Pak JK seperti Kancil. Sekarang Pak JK bilang bahwa Kancil tukang tipu. Berarti Pak JK bilang bahwa dirinya tukang tipu, dong? Sebagai Kancil, saya harus mencari makan, dan saya dapatkan makanan saya dari Pak Tani. Pak Tani juga tahu, makanya dia menyisihkan jatah ketimun untuk saya setiap hari. Soal saya dan Pak Tani bermusuhan, itu kan hanya akting. Memang anda belum pernah lihat serial Tom and Jerry?” keluh Kancil dalam jumpa pers di lahan pertanian Pak Tani pagi ini (1/7).

Salah satu sampul buku dongeng yang memuat cerita 'Kancil mencuri timun'. Kisah ini membuat karakter Kancil terkenal dengan dua macam sifat: sebagai pencuri, atau sebagai karakter yang cerdik. (photo courtesy  edusarana.com)

Salah satu sampul buku dongeng yang memuat cerita ‘Kancil mencuri timun’. Kisah ini membuat karakter Kancil terkenal dengan dua macam sifat: sebagai pencuri, atau sebagai karakter yang cerdik. (photo courtesy edusarana.com)

Kancil kemudian menjelaskan bahwa dirinya tidak benar-benar bermusuhan dengan Pak Tani. Mereka adalah sahabat. Apa yang disebut ‘permusuhan’, bagi Kancil, sebenarnya hanya kegiatan untuk menghabiskan waktu luang.

Sebagai mahkluk yang hidup di alam bebas, Kancil mengatakan bahwa dirinya harus selalu waspada dengan segala macam bahaya yang ada. Oleh karena itu, Pak Tani membantu dengan menyiapkan jebakan-jebakan di lahan pertaniannya. Fungsinya agar Kancil selalu melatih kewaspadaannya.

“Pada suatu sesi latihan, kebetulan ada entah penulis atau wartawan yang melihat. Saat itu saya lengah dan terkena jebakan. Akhirnya saya bisa lolos dengan menggunakan akal. Tapi orang itu kemudian menulis cerita yang seperti kalian kenal sekarang ini. Akhirnya ada yang bilang saya cerdik, dan ada juga yang bilang saya pencuri. Padahal sebenarnya itu adalah sesi latihan rutin saya dengan Pak Tani.” papar Kancil.

Kancil juga menyayangkan kenapa cerita dirinya dituduh oleh Kalla sebagai salah satu penyebab dekadensi moral dan mental. Padahal, cerita mengenai dirinya dan Pak Tani sudah ada jauh sebelum pengelolaan sistem pendidikan di Indonesia menjadi salah urus. Kancil merasa dijadikan kambing hitam, dan berhubung dirinya tidak termasuk spesies kambing, ia merasa sangat terhina.

Meski demikian Kancil berpendapat bahwa kisah tentang dirinya tidak perlu dihapus. Meskipun tidak sesuai dengan kenyataannya, dongeng Kancil dan Pak Tani yang diketahui masyarakat luas termasuk kisah yang lucu dan bisa dinikmati oleh semua orang. Kancil mengimbau agar para pembaca mengambil contoh sifat cerdik dan dinamis karakter dirinya dalam cerita dongeng itu.

Hans Christian Andersen,  tokoh penulis dongeng kenamaan asal Denmark. Dongeng-dongeng Andersen banyak yang kemudian diadaptasi menjadi film anak-anak dan dongeng dalam berbagai macam versi. (photo courtesy danishcentre.cn)

Hans Christian Andersen, tokoh penulis dongeng kenamaan asal Denmark. Dongeng-dongeng Andersen banyak yang kemudian diadaptasi menjadi film anak-anak dan dongeng dalam berbagai macam versi. (photo courtesy danishcentre.cn)

Dongeng Kancil sesungguhnya menarik untuk dinikmati dan termasuk berakhir dengan bahagia. Tidak ada tokoh yang kehilangan nyawanya, dan Pak Tani juga tidak mengalami kerugian yang banyak. Kancil kemudian membandingkan kisahnya dengan dongeng-dongeng di luar negeri yang diciptakan oleh Hans Christian Andersen dan Grimm Bersaudara.

Dalam dongeng-dongeng Andersen dan Grimm Bersaudara, meski memang banyak cerita menarik dan berakhir bahagia, tapi dalam prosesnya banyak pula hal mengerikan, mempermalukan, dan terdapat kematian para tokoh di dalam cerita. Putri Duyung berakhir menjadi buih, Gadis Penjual Korek Api meninggal karena kedinginan, Penyihir di Hansel dan Gretel tewas terpanggang oven, serta Pangeran Kodok sebenarnya kembali menjadi manusia bukan karena dicium, tapi karena dilempar ke dinding akibat sang putri merasa jijik melihat sosoknya.

“Jangan percaya dengan utak-utik cerita ala Disney. Mereka membuat dongeng jadi terlihat lebih bagus dari aslinya, padahal aslinya suram dan menyeramkan. Dongeng tentang saya dan Pak Tani, meski dijadikan lebih buruk dari kenyataan, ternyata lebih beradab dibanding cerita-cerita asli dongeng tersebut.” ujar Kancil.

Dari penjelasan tersebut, Kancil menjelaskan bahwa dongeng-dongeng lokal yang sudah ada sebenarnya sudah memiliki nilai-nilai positif tersendiri. Ia berharap agar kisahnya tidak perlu dihapus supaya tetap dapat diturunkan dari generasi ke generasi.  (Sha01)

====

DISCLAIMER

Iklan

Shaka

Other posts by

One Respond

  • supriadi

    on July 7, 2014, 06:36:17

    wakakakaka…ngakak habisss….kasian kancil..hehehehe

    btw, uda ada yg ikut daftar berkenalan.com – https://berkenalan.com kah? itu jejaring sosial baru lokal punya ya, bisa buat kartu nama online trs minta dan beri kartu nama kepada teman2 online jg?

    Reply to supriadi


FOLLOW US

ARTIKEL LAWAS