Iklan
LATEST TWEET

Perusahaan Asuransi Perkenalkan Polis “Ditangkap KPK”

June 26, 2014       Ekonomi, Kriminalitas & Hukum      
Lembar polis asuransi. Perusahaan asuransi PT Jasamaya Financial Services akan mengeluarkan produk baru yang menyatakan apabila pemegang polis ditangkap oleh KPK, maka akan mendapat ganti rugi. Rencana ini kontroversial dan mendapatkan kritikan dari pegiat anti-korupsi. (photo courtesy bisnisforlife.com)

Lembar polis asuransi. Perusahaan asuransi PT Jasamaya Financial Services akan mengeluarkan produk baru yang menyatakan apabila pemegang polis ditangkap oleh KPK, maka akan mendapat ganti rugi. Rencana ini kontroversial dan mendapatkan kritikan dari pegiat anti-korupsi. (photo courtesy bisnisforlife.com)

JAKARTA, POS RONDA – PT Jasamaya Financial Services yang terkenal dengan produk asuransinya EscapeLife, dengan berani memperkenalkan produk baru yakni asuransi yang akan memberikan ganti rugi bila sang pemegang polis ditangkap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Business Development Manager Jasamaya, Virka Virasana, mengatakan bahwa produk ini akan dipasarkan bagi para pejabat Indonesia di seluruh bidang pemerintahan baik eksekutif, legislatif, dan yudikatif.

Virka menuturkan bahwa jumlah para penjabat di Indonesia sangat banyak. Dengan gencarnya penyelidikan atas kegiatan korupsi, suap, dan gratifikasi, maka para pejabat tersebut rentan untuk dijadikan tersangka dalam kasus-kasus tersebut. Sebagai perusahaan penyedia jasa asuransi, menurut Virka,  Jasamaya berkewajiban untuk mengembangkan produknya sesuai dengan kebutuhan para calon pemegang polis.

“Dalam perhitungan di atas kertas, kami bisa menjaring puluhan ribu pemegang polis baru melalui produk ini, yang kami namai Officials’ Safety Fund atau OSF. Terdapat ratusan kabupaten, kota, lembaga, dan departemen yang diisi oleh banyak pejabat dari berbagai eselon, belum dari jumlah anggota dewan nasional dan daerah. Dengan adanya KPK, pasti ada ketakutan dalam diri para pejabat. Sebagai penyedia jasa asuransi, kami hadir untuk memberikan rasa aman.” papar Virka

Produk terbaru Jasamaya, Officials' Safety Fund, ditujukan bagi para pejabat pemerintahan yang khawatir bahwa diri mereka akan ditangkap oleh KPK. (photo taken from kompasiana.com)

Produk terbaru Jasamaya, Officials’ Safety Fund, ditujukan bagi para pejabat pemerintahan yang khawatir bahwa diri mereka akan ditangkap oleh KPK. (photo taken from kompasiana.com)

Virka melanjutkan bahwa pihaknya tidak akan melakukan diskriminasi. Pejabat di level apapun, di bidang apapun, akan dilayani dan dipermudah untuk menjadi pemegang polis secara sah. Besar nilai asuransinya pun dapat disesuaikan dengan keinginan calon klien, tergantung dari kesanggupannya membayar premi.

“Tentu kami tidak ingin klien kami ditangkap karena kasus korupsi, karena kamilah yang nantinya harus mengganti dan mengalami kerugian. Jadi ini bisa dianggap sebagai safety net saja.”

Ia menjelaskan bahwa prosesnya sangat mudah. Para pemegang polis akan membayar premi seperti biasa. Jika terdapat kejadian di mana pemegang polis dijadikan tersangka oleh KPK, maka OSF akan memberikan ganti rugi tahap pertama. Apabila status pemegang polis naik menjadi terdakwa, maka sisa ganti rugi akan dibayarkan secara penuh.

 “Ini akan memberikan rasa aman bagi pemegang polis dan anggota keluarganya. Meskipun yang bersangkutan dipenjara, keluarganya akan mendapatkan ganti rugi yang lebih dari cukup.” ujarnya.

Pihak Jasamaya merasa yakin bahwa produk asuransi ini tidak bertentangan dengan kebijakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Pada bulan Maret lalu Deputi Komisoner OJK Bidang Pengawasan Industri Keuangan Non Bank II, Dumoli Freddy Pardede, secara tegas melarang seluruh perusahaan asuransi untuk menerbitkan polis yang melindungi harta hasil korupsi, yang dikenal sebagai suretyship.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah melarang adanya produk asuransi menerbitkan polis yang melindungi harta hasil korupsi. Belum diketahui reaksi lembaga tersebut atas rencana Jasamaya, tapi diperkirakan produk tersebut akan dievaluasi oleh OJK. (photo courtesy republika.co.id)

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah melarang adanya produk asuransi menerbitkan polis yang melindungi harta hasil korupsi. Belum diketahui reaksi lembaga tersebut atas rencana Jasamaya, tapi diperkirakan produk tersebut akan dievaluasi oleh OJK. (photo courtesy republika.co.id)

Menurut Dumoli, OJK telah menerbitkan Surat Edaran (SE) No.SE-04/NB/2013 polis suretyship tidak menjamin kerugian dari praktik KKN pada 18 September 2013.

 “Kita telah mengedarkan surat larangan menerbitkan polis korupsi,” kata Dumoli saat itu (4/3).

Virka menyatakan bahwa pihaknya tidak melindungi harta hasil korupsi, dan menegaskan OSF hanyalah produk asuransi biasa yang menjamin kesejahteraan pemegang polis bila yang bersangkutan dihukum penjara.

“Kasus korupsi adalah wewenang KPK dan pengadilan. Bila KPK membekukan aset berkaitan dengan sebuah kasus, itu tidak melibatkan kami karena keduanya (kasus KPK dan polis OSF) adalah dua hal yang berbeda. Kami tidak menganggap produk ini ilegal. Sesederhana itu.” tegas Virka.

Analis lembaga anti-korupsi Archipelago Transparency Watch (ATW)  Hastati Lambayong menyatakan bahwa dirinya terkejut atas diperkenalkannya polis asuransi tersebut. Baginya, produk tersebut merupakan usaha untuk berkelit dari peraturan OJK mengenai suretyship.

Hastati mengungkapkan bahwa selama ini telah terdapat kasus pejabat pemerintahan yang tertangkap tangan menggunakan asuransi sebagai bentuk pencucian uang atau money laundering.

“Saya paham bahwa sebagai perusahaan yang mencari keuntungan, mereka ingin menjajaki pasar yang tidak terjamah. Tapi harus ditinjau terlebih dahulu posisi etika dan moralnya. Ini kan kita bicara soal korupsi. Seharusnya koruptor tersebut dibuat jera, bukan difasilitasi dengan produk asuransi komersial seperti ini.” keluhnya.

Mural anti-korupsi di sebuah sudut jalan di Jakarta. Pegiat anti-korupsi Hastati Lambayong meminta agar pihak swasta tidak memberikan pancingan kepada para pejabat jujur untuk melakukan korupsi. (photo courtesy republika.co.id)

Mural anti-korupsi di sebuah sudut jalan di Jakarta. Pegiat anti-korupsi Hastati Lambayong meminta agar pihak swasta tidak memberikan pancingan kepada para pejabat jujur untuk melakukan korupsi. (photo courtesy republika.co.id)

Menurut Hastati, OJK pastinya akan mengevaluasi produk ini. Produk asuransi yang ditawarkan Jasamaya justru akan mengundang orang-orang untuk melakukan tindakan korupsi karena ada ganti ruginya.

“Sekarang umpamanya, si pemegang polis punya nilai asuransi yang sangat besar padahal dia pangkatnya masih rendah. Dari mana dia bayar premi? Kalau dia tidak ada penghasilan lain yang sangat besar, kemungkinan ya dari hasil korupsi. Lalu saat dia ditangkap KPK, dia mendapat ganti rugi tersebut? Buat saya ini contoh moral hazard.” paparnya.

Hastati tidak menampik bahwa banyak pejabat pemerintahan yang bekerja keras dan bersikap jujur. Namun, ia meminta agar pihak swasta tidak memberikan kesempatan atau pancingan untuk korupsi dengan mengeluarkan produk-produk keuangan yang riskan seperti itu. (Sha01)

 

===

 

DISCLAIMER

Iklan

Shaka

Other posts by

2 Responses

  • Setibudi Zalukhu

    on July 16, 2014, 21:59:35

    Mengandung unsur-unsur penipuan, pembohongan, manipulasi dll

    Reply to Setibudi
  • bebek göZ ameliyatı

    on June 1, 2016, 00:42:27

    It’s nearly impossible to find knowledgeable people in this particular topic, but you sound like
    you know what you’re talking about! Thanks

    Reply to bebek

FOLLOW US

ARTIKEL LAWAS