Iklan
LATEST TWEET

Pihak Berwenang Periksa Gigitan Luis Suarez Terkait Kemungkinan “Zombie Outbreak”

June 25, 2014       Ekonomi & Bisnis, Internasional, Olahraga & Permainan      
Pesepakbola Luis Suarez (berbaju putih) dan Giorgio Chiellini (biru) dalam laga Uruguay melawan Argentina di Piala Dunia 2014. Dalam pertandingan tersebut, Suarez diduga mengigit Chiellini, yang menunjukkan bekas gigitan di pundaknya. Suarez sendiri juga terjatuh dan memegangi mulutnya karena kesakitan. Insiden ini menyebabkan pihak berwenang untuk melangsungkan investigasi terhadap Suarez terkait kemungkinan penyebaran wabah zombie. (photo courtesy huffingtonpost.com)

Pesepakbola Luis Suarez (berbaju putih) dan Giorgio Chiellini (biru) dalam laga Uruguay melawan Argentina di Piala Dunia 2014. Dalam pertandingan tersebut, Suarez diduga mengigit Chiellini, yang menunjukkan bekas gigitan di pundaknya. Suarez sendiri juga terjatuh dan memegangi mulutnya karena kesakitan. Insiden ini menyebabkan pihak berwenang untuk melangsungkan investigasi terhadap Suarez terkait kemungkinan penyebaran wabah zombie. (photo courtesy huffingtonpost.com)

HAMBURG, POS RONDA – Badan Kesehatan Dunia (WHO) dalam siaran pers hari Rabu (25/6) waktu setempat mengumumkan akan melakukan investigasi dan penelitian atas gigitan Luis Suarez terhadap sesama pesepakbola, Giorgio Chiellini. WHO mengkhawatirkan adanya indikasi penularan virus zombie dari aksi Suarez tersebut. Dalam usaha ini, WHO akan menyerahkan wewenang penuh kepada Global Research Institute for Disease Prevention, Emergency, and Control (GRIDPEC) sebagai pelaksana investigasi.

Kasus ini bermula pada saat pertandingan Piala Dunia sepakbola tahun ini yang berlangsung di Brazil. Dalam pertandingan Grup D antara Uruguay dan Italia, terjadi insiden di mana pemain Uruguay Luis Suarez diduga telah menggigit pundak pemain Italia Giorgio Chiellini. Setelah insiden itu terjadi, Chiellini terlihat kesakitan dan memperlihatkan ada bekas gigitan di bagian pundaknya sebelah kiri. Di saat yang bersamaan, Suarez terjatuh dan memegangi mulutnya, juga merasa kesakitan.

Tentu saja aksi dan reaksi kedua pemain tersebut menjadi perhatian para penggemar sepakbola di seluruh dunia. Seusai pertandingan,para pemain Italia memprotes aksi Suarez itu. Pihak Uruguay kemudian menampik bila Suarez menggigit Chiellini, tapi pemain dari klub Inggris Liverpool FC itu tersebut sebelumnya memang memiliki catatan dua kali menggigit lawan mainnya dalam dua kesempatan yang berbeda.

Kontan Suarez menjadi bahan olok-olok di media massa, internet, dan media sosial. Banyak pihak yang menginginkan Suarez dihukum berat atas apa yang dilakukannya. Dalam pertandingan tersebut, Uruguay unggul dengan skor 1-0, dan menyingkirkan Italia dari turnamen tersebut.

Banyak pihak kini menerima penyebaran wabah zombie sebagai isu yang logis. Berkembangnya teknologi farmasi dan kimia juga berbarengan dengan resiko adanya penyalahgunaan terhadap hasil-hasil penelitian yang sedang berjalan. (photo courtesy viralsurvival.com)

Banyak pihak kini menerima penyebaran wabah zombie sebagai isu yang logis. Berkembangnya teknologi farmasi dan kimia juga berbarengan dengan resiko adanya penyalahgunaan terhadap hasil-hasil penelitian yang sedang berjalan. (photo courtesy viralsurvival.com)

Direktur GRIDPEC, Percy Pelletier, mengatakan bahwa pihaknya akan sesegera mungkin memulai penyelidikan atas kasus tersebut. Ia menjelaskan bahwa ancaman wabah zombie (mayat hidup) kini mulai diterima dunia sebagai isu yang logis. Oleh karena itu, GRIDPEC akan memeriksa segala kemungkinan terkait kasus gigitan Suarez.

“Permasalahannya, dunia masih meraba-raba mengenai kemungkinan asal-usul wabah zombie. Virus, bakteri, penularan melalui udara, atau infeksi gigitan, masih belum ada konsensus. Karena itu kami akan menyelidiki seluruh kemungkinannya. Salah satunya adalah kasus terkait Tuan Suarez.” ujar Pelletier dalam konferensi pers mendadak yang dilangsungkan di kantor GRIDPEC di Basel, Swiss, beberapa saat setelah siaran pers yang dikeluarkan oleh WHO.

Pelletier menerangkan bahwa para ahli dan investigator GRIDPEC telah bertolak menuju Brazil untuk melakukan pemeriksaan langsung kepada Suarez. Pesepakbola tersebut akan menjalani sejumlah tes untuk pemeriksaan, termasuk pengambilan sampel gigi dan air liur yang akan diteliti di laboratorium GRIDPEC di lokasi yang dirahasiakan. Selama penyelidikan dan penelitian berlangsung, Suarez akan dipasangi chip implan untuk memantau lokasi keberadaannya.

Pemeriksaan ini tidak hanya dilakukan terhadap Suarez, namun juga para pesepakbola lain yang menjadi ‘korban’ gigitannya seperti Giorgio Chiellini, Branislav Ivanovic, dan Otman Bakkal. Ketiga orang tersebut juga akan mendapatkan perlakuan sama seperti Suarez sebagai bagian dari operasi pencegahan GRIDPEC.

Salah satu rumah sakit di kota Basel, Swiss, yang juga menjadi markas dari GRIDPEC. (photo taken from flickr.com)

Salah satu rumah sakit di kota Basel, Swiss, yang juga menjadi markas dari GRIDPEC. (photo taken from flickr.com)

“Kasus Tuan Ivanovic dan Tuan Bakkal terjadi beberapa tahun yang lalu. Tapi kami akan tetap memeriksa mereka, karena kita tidak pernah tahu kapan reaksi fatal akibat gigitan tersebut akan terjadi. Ketiga kasus gigitan itu hanya yang diketahui oleh publik. GRIDPEC akan menyelami kasus ini lebih lanjut untuk mencari para korban yang tidak muncul dipermukaan. Bisa jadi ini adalah fenomena gunung es.” papar Pelletier.

Ia melanjutkan, dalam dugaan apabila Suarez benar-benar membawa dan menularkan virus zombie, GRIDPEC sampai pada hipotesis awal bahwa faktor yang paling berpengaruh terhadap penularan virus tersebut adalah bentuk dan rangkaian gigi pemain andalan Uruguay tersebut. Pelletier mengakui bentuk gigi dari Suarez cukup unik, dan bisa jadi merupakan kunci dari kasus ini.

“Dari hipotesis awal kami mengakui bahwa rangkaian gigi yang dimiliki oleh Tuan Suarez cukup unik. Bentuknya aerodinamis dan seperti memang didesain untuk mempermudah mengalirkan liur ke dalam tubuh objek gigitan. Tapi kami tidak dapat memastikannya sebelum ada data yang dapat diteliti.” jelasnya.

Menjawab pertanyaan jurnalis mengenai apa yang akan dilakukan GRIDPEC apabila dari hasil penelitian terdapat temuan positif, Pelletier menjawab akan dilakukan tindakan pengamanan seperlunya baik kepada penyebar virus dan korban. Tindakan tersebut bervariasi dari karantina hingga eksperimen lebih lanjut.

“Kami tidak ingin itu terjadi. Tapi dalam kemungkinan terburuk, GRIDPEC akan melakukan segalanya bagi keamanan dan keselamatan umat manusia.” jawab Pelletier.

Iklan UMBRELLA Corporations. Dikenal sebagai perusahaan farmasi raksasa dengan eksperimen dan penelitian yang kontroversial, UMBRELLA dituding memanfaatkan GRIDPEC untuk memperoleh akses eksklusif terhadap sampel dan penelitian mengenai kemungkinan penyebaran wabah zombie. (photo taken from a page at facebook.com)

Iklan UMBRELLA Corporation. Dikenal sebagai perusahaan farmasi raksasa dengan eksperimen dan penelitian yang kontroversial, UMBRELLA dituding memanfaatkan GRIDPEC untuk memperoleh akses eksklusif terhadap sampel dan penelitian mengenai kemungkinan penyebaran wabah zombie. (photo taken from a page at facebook.com)

Pernyataan Pelletier mendapatkan tanggapan beragam dari berbagai pihak. Organisasi nirlaba yang bergerak di bidang penegakan hak asasi manusia (HAM) Saviors of the Hour menyatakan bahwa apa yang dikemukakan oleh Pelletier dan GRIDPEC melanggar nilai-nilai kemanusiaan dan paradigma yang dianut oleh PBB dan WHO sendiri.

Pihak Saviors of the Hour sendiri menuding bahwa GRIDPEC merupakan penerima donasi dari perusahaan-perusahaan farmasi raksasa seperti UMBRELLA Corporation yang dikenal sering melakukan eksperimen dan penelitian yang kontroversial di laboratoriumnya. UMBRELLA, menurut Saviors, ingin mendapatkan sampel-sampel eksklusif dalam penelitian mengenai penyebaran wabah Zombie melalui GRIDPEC, dan dengan demikian akan menghalangi setiap hasil penelitian maupun obat yang diproduksi dari jangkauan masyarakat luas.

“Saviors of the Hour mendukung setiap usaha untuk memajukan tingkat dan kualitas kehidupan manusia, namun kami menolak prosedur-prosedur tidak manusiawi serta indikasi kepemilikan sampel-sampel kesehatan secara eksklusif sehingga tidak terjangkau bagi masyarakat luas.” papar pihak Saviors melalui siaran pers di situs internetnya, menanggapi pernyataan Pelletier dan GRIDPEC. (cz710)

 

====

 

DISCLAIMER

Iklan

Shaka

Other posts by

6 Responses

  • Clara Ingewati

    on June 25, 2014, 21:27:36

    hahaha keren! lucu banget pos ronda 😀

    Reply to Clara
  • Bagonk

    on June 27, 2014, 01:02:28

    waduh bahaya nih, pemain-pemain yang udah kena gigitan, ketularan tuh

    Reply to Bagonk
  • Nemesis

    on June 27, 2014, 01:17:00

    HUAAAA GRAAAAAAAAWL HRAAAAAAAAAH!

    Reply to Nemesis
  • Diantari

    on June 27, 2014, 04:30:28

    wakakaka…jadi walking dead…wekekekekeke…kocak..
    btw, uda ada yg ikut daftar berkenalan.com – https://berkenalan.com kah? itu jejaring sosial baru ya, bisa buat kartu nama online trs minta dan beri kartu nama kepada teman2 online jg?

    Reply to Diantari
  • Lucey

    on June 28, 2014, 20:40:31

    Aerodinamis 😀

    Reply to Lucey


FOLLOW US

ARTIKEL LAWAS