Iklan
LATEST TWEET

Penjelasan “Outage” Facebook: Share Status Prabowo, Server Hilang Seketika

June 24, 2014       Ekonomi, Internasional, Politik      
Outage yang dialami oleh Facebook minggu lalu. Dijelaskan oleh Facebook sebagai kekeliruan saat memperbarui piranti lunak, ternyata outage tersebut terjadi akibat hal yang misterius dan diduga terkait dengan kampanye pemilihan presiden di Indonesia. (photo courtesy hothardware.com)

Outage yang dialami oleh Facebook minggu lalu. Dijelaskan oleh Facebook sebagai kekeliruan saat memperbarui piranti lunak, ternyata outage tersebut terjadi akibat hal yang misterius dan diduga terkait dengan kampanye pemilihan presiden di Indonesia. (photo courtesy hothardware.com)

SACRAMENTO, POS RONDA – Facebook melalui juru bicaranya, Jeanette Garza, menjelaskan kejadian sebenarnya di balik tidak berfungsinya (outage) situs jejaring sosial tersebut beberapa hari yang lalu melalui konferensi pers lanjutan yang dilakukan pada hari Senin kemarin (23/6) di markas perusahaan tersebut di Menlo Park, California.

Pada hari Kamis (19/6) minggu lalu, para pengguna media sosial dikejutkan dengan tidak berfungsinya Facebook selama beberapa waktu baik melalui situs ataupun aplikasi smartphone. Meskipun hanya berlangsung kurang dari 30 menit, durasi outage ini merupakan yang terlama bagi Facebook dalam empat tahun. Peristiwa ini memperoleh banyak perhatian terutama dari para pengguna internet.

Pada saat itu, salah satu juru bicara perusahaan menjelaskan bahwa terhentinya operasi diakibatkan oleh masalah yang terjadi sewaktu para programmer melakukan konfigurasi ulang untuk memperbarui piranti lunak penyokong operasi Facebook.

Sementara itu, seperti yang dilansir dari ninemsn.com, terdapat dugaan bahwa outage Facebook terjadi karena adanya serangan hacker dari Republik Rakyat Cina (RRC). Dugaan ini tidak pernah dikonfirmasi oleh raksasa jejaring sosial tersebut. Facebook sendiri telah mengucapkan permintaan maaf kepada para pengguna atas ketidaknyamanan yang terjadi.

Dalam konferensi pers lanjutan tersebut, Garza menjelaskan bahwa outage yang dialami Facebook terjadi karena hilangnya salah satu server utama secara misterius. Diduga kuat hilangnya server – yang kini dilaporkan telah kembali – berkaitan dengan ramainya perbincangan pemilihan presiden (pilpres) di Indonesia.

“Indonesia adalah negara dengan jumlah pengguna Facebook yang sangat besar, jadi sudah pasti kami selalu memperhatikan apa yang menjadi topik pembicaraan utama di antara para pengguna di Indonesia, yang pada saat ini adalah pemilihan presiden dan Piala Dunia sepakbola.” terang Garza.

Ruang server Facebook. Saat terjadinya outage, ternyata salah satu server utama Facebook hilang secara misterius dan kembali setelah beberapa hari. Server tersebut berubah menjadi revolusioner dan mengajak server lain untuk melakukan 'revolusi bocor'. (photo courtesy kitapsun.com)

Ruang server Facebook. Saat terjadinya outage, ternyata salah satu server utama Facebook hilang secara misterius dan kembali setelah beberapa hari. Server tersebut berubah menjadi revolusioner dan mengajak server lain untuk melakukan ‘revolusi bocor’. (photo courtesy kitapsun.com)

Kronologi hilangnya server milik Facebook dimulai pada saat salah seorang anggota tim public relations (humas – red.) ingin memasang isu pilpres di Indonesia sebagai salah satu featured topic di blog Newsroom milik Facebook. Caranya adalah dengan melakukan share terhadap status yang ada di laman Facebook resmi dari kedua kandidat. Pada saat karyawan tersebut menekan tombol share pada laman milik kandidat Prabowo Subianto, seketika operasi Facebook terhenti.

“Saat outage terjadi kami langsung mencari tahu apa yang terjadi. Ternyata salah satu server utama hilang dan kami tidak tahu siapa yang mengambilnya, padahal keamanan ruang server kami sangat ketat. Kami lalu melakukan prosedur standar untuk mengganti server tersebut dengan server cadangan beserta data yang telah di-backup.” lanjutnya.

Garza mengaku pihaknya sangat terkejut sewaktu server yang hilang misterius ternyata kembali ke markas Facebook melalui sebuah kiriman paket. Setelah melalui pemeriksaan, tidak ada yang salah dengan kondisi fisiknya, namun Garza menyebutkan bahwa server yang dimaksud telah menjadi ‘pendukung fanatik pencegah kebocoran’ dan berusaha untuk membuat server lainnya bersikap sama.

Facebook terpaksa mengurung server tersebut di ruang terpisah untuk mencegah terjadinya ‘revolusi bocor’ para server terhadap perusahaan tersebut dan dunia internet. Para teknisi dan programmer Facebook sendiri juga hingga saat ini masih kebingungan untuk menjelaskan apa yang terjadi kepada server revolusioner tersebut.

“Ini pertama kalinya terjadi dalam sejarah perusahaan kami, saat satu server berusaha untuk mempengaruhi server-server lainnya untuk melakukan ‘revolusi bocor’. Kami sendiri tidak paham maksudnya saat server yang telah kembali tersebut selalu berteriak ‘bocor, bocor, bocor!’.” ujar Garza.

Agen Biro Investigasi Federal (FBI) yang juga hadir dalam konferensi pers tersebut, John Sisk, mengatakan bahwa kasus ini bersifat cukup pelik. Namun sehubungan dengan kronologi yang terjadi, Sisk mencurigai hilangnya server berhubungan dengan Prabowo Subianto yang menjadi kandidat presiden di Indonesia.

Laman Facebook resmi Prabowo Subianto. Hilangnya server Facebook diduga terkait dengan share status dari akun Facebook milik Prabowo, namun FBI tidak memiliki petunjuk yang kuat untuk membuktikan hal tersebut. (photo courtesy jpnn.com)

Laman Facebook resmi Prabowo Subianto. Hilangnya server Facebook diduga terkait dengan usaha melakukan share status dari akun Facebook milik Prabowo, namun FBI tidak memiliki petunjuk yang kuat untuk membuktikan hal tersebut. (photo courtesy jpnn.com)

Ia menghubungkan antara peristiwa share status Facebook Prabowo dengan kejadian outage yang terjadi pada saat yang bersamaan, disertai dengan hilangnya server secara misterius dan baru kembali beberapa hari kemudian.

“Kasus ini misterius, dan mungkin akan menjadi salah satu kasus paling rumit sepanjang karir saya. Kami mencurigai namun kami tidak memiliki bukti apapun terhadap Mr. Subianto. Seandainya pun itu benar, ini jelas diluar yurisdiksi kami. Server itu sendiri hilang misterius tapi sudah kembali, dari hasil pemeriksaan FBI sendiri tidak ditemukan indikasi pelanggaran Hak Asasi Server.” Papar Sisk.

Berkaitan dengan usaha sang server melakukan ‘revolusi bocor’, Sisk mengaku akan melakukan koordinasi dengan interpol untuk menyelidiki konspirasi mafia tukang ledeng internasional.

“Petunjuk terkuat kami hanyalah teriakan ‘bocor, bocor, bocor!’ yang dilakukan oleh server yang kembali. Kami simpulkan adanya agenda besar dari para mafia tukang ledeng internasional, jadi harus berkoordinasi dengan interpol. Semoga kasus ini bisa cepat diselesaikan, kalau tidak saya tidak akan bisa tidur.” keluh Sisk. (TJ22)

*Artikel ini merupakan kontribusi dari koresponden POS RONDA di Sacramento, California, Amerika Serikat.

====

DISCLAIMER

Iklan

Shaka

Other posts by

5 Responses

  • s0rvh3gt

    on June 25, 2014, 07:48:00

    Jangan britakan berita fiktif !
    Kejadian pemutusan server kali imi bukan yg terlama, dulu pernah hingga 4 jam.
    Jgn sangkut pautkan juga peretas RRC, mreka tidak melakukan apa apa.

    Berita posronda.net saya nyatakan sebagai informasi fiktif !
    Anda melanggar Privacy Policy kami dalam mengabarkan Registered Trademark of Facebook Inc.

    Reply to s0rvh3gt
    • Andi

      on June 25, 2014, 14:55:43

      Lahhh emang bo’ongann. Kan ada didisclaimernya kalo fiktif.

      Reply to Andi
    • ceshareio

      on June 26, 2014, 10:40:28

      baca disclaimer dulu kalau mau disclaimernya dibaca orang

      Good Job pos ronda.net

      Reply to ceshareio
    • lojangta

      on July 1, 2014, 10:33:13

      oalah oon, mangkenye baca disclaimer baru isi asal nyelonong aj

      Reply to lojangta
  • idiot

    on July 9, 2014, 16:57:49

    kasihan si “server” malang itu.. setelah hilang, RAM nya dicuci , lalu dikembalikan dengan keadaan ‘heng’

    Reply to idiot

FOLLOW US

ARTIKEL LAWAS