Iklan
LATEST TWEET

Tersingkir Lebih Awal, Spanyol Salahkan ‘Cepika-cepiki’

June 20, 2014       Internasional, Olahraga & Permainan      
Pelatih timnas Spanyol Vincente Del Bosque saat memberikan pernyataan di konferensi pers lanjutan di Curitiba. Menurut Del Bosque, kepercayaan diri timnya hancur setelah membaca komentar-komentar dalam media sosial Twitter yang berasal dari Indonesia. (photo courtesy insidespanishfootball.com)

Pelatih timnas Spanyol Vincente Del Bosque saat memberikan pernyataan di konferensi pers lanjutan di Curitiba. Menurut Del Bosque, kepercayaan diri timnya hancur setelah membaca komentar-komentar dalam media sosial Twitter yang berasal dari Indonesia. (photo courtesy insidespanishfootball.com)

SAO PAULO, POS RONDA – Pelatih tim nasional sepakbola Spanyol Vincente Del Bosque mengatakan bahwa buruknya permainan timnya di ajang Piala Dunia 2014 disebabkan oleh kampanye hitam kepada timnas Spanyol yang gencar beredar di dunia maya.

Pernyataan itu dikemukakan oleh Del Bosque dalam konferensi pers lanjutan di penginapan resmi timnas Spanyol, Hotel Master Express di Curitiba, sehari (19/6) setelah kekalahan sang juara bertahan dari Chile dengan skor 2-0. Pada pertandingan pertama, Spanyol kalah dari Belanda dengan skor telak 5-1. Kedua kekalahan ini memastikan timnas asuhannya ini masuk kotak. Apapun hasil pertandingan ketiga melawan Australia, tidak akan berpengaruh lagi.

“Kampanye hitam yang ditujukan pada kami sangat mengganggu. Terutama komentar-komentar tidak berdasar di sosial media. Saya tidak perlu buktikan satu demi satu, tapi jelas-jelas mengganggu.” ujar Del Bosque.

 Del Bosque tidak ditemani oleh sang kapten Iker Casillas dalam konferensi pers ini. Kiper Real Madrid tersebut menolak memberikan keterangan dan memilih untuk menenangkan diri di dalam kamar hotelnya.

Del Bosque melanjutkan bahwa pada dasarnya sebagai tim yang berisi para pesepakbola profesional, timnas Spanyol sebenarnya tidak terlalu mengambil hati terhadap cemoohan dan komentar-komentar negatif tersebut. Meski demikian, secara mengejutkan Del Bosque mengungkapkan bahwa kepercayaan diri para pemain dan pelatih hancur dan terkoyak karena adanya trending topic Twitter dari Indonesia mengenai gaya bermain mereka.

Kekecewaan Sergio Busquets dan rekan-rekannya saat gagal menjaringkan bola ke gawang lawan. Permainan tiki-taka Spanyol tidak berkutik melawan Belanda dan Chile. Pada pertandingan terakhir, buruknya permainan timnas Spanyol disinyalir lantaran lunturnya kepercayaan diri para pemain setelah mengetahui istilah tiki-taka disangka diparodikan menjadi 'cepika-cepiki' . (photo courtesy dw.de)

Kekecewaan Sergio Busquets dan rekan-rekannya saat gagal menjaringkan bola ke gawang lawan. Permainan tiki-taka Spanyol tidak berkutik melawan Belanda dan Chile. Pada pertandingan terakhir, buruknya permainan timnas Spanyol disinyalir lantaran lunturnya kepercayaan diri para pemain setelah mengetahui istilah tiki-taka disangka diparodikan menjadi ‘cepika-cepiki’. (photo courtesy dw.de)

“Kami sakit hati, dan kepercayaan diri kami hilang. Kami begitu bangga dengan permainan tiki-taka. Tapi orang-orang Indonesia sengaja menyebutkan tiki-taka menjadi ‘cepika-cepiki’, dan itu menjadi trending topic di Twitter. Tega sekali, anda tidak lihat bagaimana separuh tim menangis sebelum pertandingan karena orang-orang di Twitter menyebut tiki-taka sebagai ‘cepika-cepiki’. Kami tidak mengerti apa ‘cepika-cepiki’ itu, tapi yang jelas itu menyakiti hati kami.” keluh Del Bosque dengan mata berkaca-kaca.

Tiki-taka merupakan gaya permainan ala timnas Spanyol yang mengutamakan penguasaan bola melalui operan-operan pendek dan pergerakan yang penuh sentuhan kreativitas dan kejutan. Dengan gaya tiki-taka, timnas Spanyol berhasil memenangkan Piala Eropa 2008, Piala Dunia 2010, dan kembali mengangkat tropi Piala Eropa tahun 2012. Namun, pada pertandingan melawan Belanda dan Cile di ajang Piala Dunia 2014, tiki-taka praktis tidak berkutik.

Seorang koresponden media asal Indonesia kemudian merasa harus menjelaskan kepada Del Bosque bahwa istilah ‘cepika-cepiki’ tidak memiliki kaitan dengan dengan tiki-taka. Del Bosque yang sempat terlihat sangat terkejut mendengar penjelasan itu, seketika mengalihkan topik pembicaraan.

“Kami anggap penjelasan barusan sebagai masukan. Yang jelas benua ini sendiri memang sentimen kepada kami.” ujar Del Bosque sebelum terburu-buru menyudahi konferensi pers tersebut.

 

Kekecewaan pendukung timnas Spanyol saat menyaksikan Charles Aranguiz mencetak gol kedua bagi Chile di pertandingan melawan Spanyol. Dalam keikutsertaannya di Piala Dunia yang diselenggarakan di Amerika Latin pasca 1950, Spanyol dan Portugal - bekas penguasa wilayah tersebut - tidak memiliki catatan rekor prestasi yang baik. (photo courtesy firstpost.com/AP)

Kekecewaan pendukung timnas Spanyol saat menyaksikan Charles Aranguiz mencetak gol kedua bagi Chile di pertandingan melawan Spanyol. Dalam keikutsertaannya di Piala Dunia yang diselenggarakan di Amerika Latin pasca-1950, Spanyol dan Portugal – bekas penguasa wilayah tersebut – tidak memiliki catatan rekor prestasi yang baik. (photo courtesy firstpost.com/AP)

Kutukan Amerika Latin?

Pernyataan terakhir Del Bosque memang ada benarnya. Spanyol dan Portugal, sebagai dua negara yang dulu menguasai dan melakukan kolonisasi di wilayah Amerika Latin, memang tidak memiliki rekor catatan yang baik saat Piala Dunia diadakan di wilayah Amerika Latin.

Prestasi terbaik Spanyol di Amerika Latin adalah pada saat Piala Dunia 1950 yang juga dilangsungkan di Brazil. Pada saat itu, timnas Spanyol meraih posisi keempat. Setelah itu, Amerika Latin menjadi catatan kegagalan bagi Spanyol. Di Piala Dunia 1978 yang diselenggarakan di Argentina dan tahun ini di Brazil, Spanyol gagal lolos dari fase grup.

Sementara itu, ajang ini ini adalah Piala Dunia pertama yang diselenggarakan di Amerika Latin bagi timnas Portugal. Pada tahun 1978, Portugal bahkan tidak lolos kualifikasi. Mengingat kekalahan telak dari Jerman (4-0) pada pertandingan pertama, bukan tidak mungkin Portugal berbagi kutukan dengan Spanyol saat Piala Dunia diselenggarakan di Amerika Latin saat akan menghadapi Amerika Serikat hari Minggu (22/6) nanti. (KAL-1)

*Artikel ini merupakan kontribusi koresponden POS RONDA di Sao Paulo, Brazil.

====

DISCLAIMER

Iklan

Shaka

Other posts by

One Respond


FOLLOW US

ARTIKEL LAWAS