Iklan
LATEST TWEET

Pelanggan Bertambah, Tukang Ledeng Puji Prabowo Karena Promosikan ‘Bocor-bocor’

June 16, 2014       Ekonomi, Politik      
Profesi tukang ledeng. Ikatan Tukang Ledeng Nusantara (ITULEN) melaporkan bahwa para anggotanya mengalami kenaikan jumlah pelanggan setelah debat capres Minggu malam kemarin (15/6).

Profesi tukang ledeng. Ikatan Tukang Ledeng Nusantara (ITULEN) melaporkan bahwa para anggotanya mengalami kenaikan jumlah pelanggan setelah debat capres Minggu malam kemarin (15/6). (photo courtesy howstuffworks.com)

JAKARTA, POS RONDA – Para tukang ledeng profesional yang tergabung dalam Ikatan Tukang Ledeng Nusantara (ITULEN) memuji penampilan calon presiden (capres) Prabowo Subianto dalam acara debat capres yang diselenggarakan pada hari Minggu (15/6) malam kemarin, karena berdampak positif secara langsung kepada mata pencaharian mereka.

Ketua Harian ITULEN, Agus Titen Rukadi, menceritakan bahwa dirinya mendapat laporan dari anggota organisasinya bahwa jumlah pelanggan mereka rata-rata bertambah dua kali lipat. Menurut Agus, ini dikarenakan capres Prabowo semalam sangat gencar mempromosikan kata ‘kebocoran’.

“Saya harus memuji penampilan Prabowo. Karena begitu hebatnya dia berkata ‘bocor-bocor’ itu, anggota kami mendapat kenaikan pelanggan pesat sekali. Ada yang bahkan bertambah tiga kali lipat, sampai kewalahan karena tidak tega menolak pelanggan baru.” kata Agus saat diwawancara oleh POS RONDA melalui telepon pagi ini (16/6).

Dalam debat capres kemarin, Prabowo berkali-kali menekankan gagasan bahwa pemerintah harus menekan kebocoran anggaran yang jumlahnya mencapai hingga seribu trilyun rupiah. Meskipun yang dimaksud oleh Prabowo adalah APBN milik negara, namun rupanya para warga yang menyimak acara debat tersebut hanya mengingat kata ‘bocor’ dan ‘kebocoran’ yang dilontarkan oleh capres nomor urut satu tersebut.

Hal ini, menurut Agus, entah bagaimana menyadarkan warga bahwa kata ‘kebocoran’ identik dengan pipa dan ledeng. Maka sangat wajar apabila mereka kemudian mengkhawatirkan kondisi pipa dan ledeng yang ada di tempat tinggal masing-masing, yang pada akhirnya menghubungi para tukang ledeng untuk melakukan reparasi atau sekedar memeriksa apakah ada yang salah dengan sistem pipa dan ledeng tersebut atau tidak. Inilah yang membuat para pelanggan tukang ledeng menjadi bertambah.

Agus menambahkan bahwa dari sekitar 1.400 orang anggota, lebih dari 1.000 melaporkan kenaikan jumlah pelanggan pagi ini, terutama di daerah perkotaan. ITULEN memperkirakan dalam seminggu ke depan jumlah kenaikan pelanggan akan terus bertambah.

“Apa yang dibicarakan Prabowo itu soal anggaran negara. Tapi para pelanggan punya pemikiran lain. Harus diakui memang, kalau pipa dan ledeng di rumah mereka rusak, urusannya juga soal anggaran: anggaran rumah tangga! Itu sebabnya mereka menghubungi para anggota kami.” ujar Agus sambil tertawa.

Capres Prabowo Subianto dalam acara debat capres kedua kemarin malam (15/6). Dalam acara tersebut, Prabowo sering menyebutkan kata 'kebocoran' yang dialamatkan kepada anggaran APBN milik negara. Namun, secara tidak disadari, ini juga membuat para penonton menghubungkan kata tersebut dengan kondisi pipa dan ledeng di rumah mereka masing-masing. (photo courtesy tempo.co)

Capres Prabowo Subianto dalam acara debat capres kedua kemarin malam (15/6). Dalam acara tersebut, Prabowo sering menyebutkan kata ‘kebocoran’ yang dialamatkan kepada anggaran APBN milik negara. Namun, secara tidak disadari, ini juga membuat para penonton menghubungkan kata tersebut dengan kondisi pipa dan ledeng di rumah mereka masing-masing. (photo courtesy tempo.co)

Agus secara jujur mengaku senang karena anggota organisasinya kini memiliki potensi pendapatan yang meningkat jauh dibandingkan sebelumnya. Ia berharap siapa pun yang akan menjadi presiden kelak, agar dapat memperhatikan penghidupan para tukang dan ahli reparasi di bidang apapun.

“Akan lebih baik jika profesi para anggota kami mendapatkan pengurangan pajak pendapatan. Meskipun jasa mereka terlihat kecil, tapi sebenarnya apa yang mereka lakukan berdampak besar bagi kehidupan masyarakat.” tambah Agus.

Nurkamil, seorang penduduk yang dihubungi oleh POS RONDA secara acak, mengatakan bahwa dirinya memang memanggil jasa tukang ledeng karena terpengaruh oleh penyampaian Prabowo yang dia lihat di acara debat capres semalam.

“Pak Prabowo kemarin bicara soal duit, kebocoran, duit, kebocoran. Saya tiba-tiba langsung ingat pipa-pipa dan ledeng-ledeng di rumah saya. Kalau bocor dan rusak parah terus harus diganti, akhirnya harus keluar duit lebih. Jadinya ya saya telpon saja jasa tukang ledeng.” ujar penduduk di wilayah Pondok Gede, Bekasi, ini.

Nurkamil bercerita lebih lanjut bahwa selama dirinya hidup, ia telah berkali-kali mengalami kebocoran pipa dan ledeng. Berkali-kali pula uangnya habis untuk mengganti pipa dan ledeng yang rusak tersebut. Dia menganggapnya sebagai hal yang biasa dan alamiah, hingga kemarin malam. Ia mengatakan bahwa Prabowo menyadarkan dirinya betapa penting peranan para tukang ledeng tersebut.

“Coba kalau dari dulu ledeng saya terawat, selalu diperiksa. Pasti saya bisa menabung banyak uang, bisa beli tanah lagi di kampung.” tambahnya.

Nurkamil mengatakan bahwa dirinya tidak akan golput pada pemilu tahun ini, namun ia memang masih belum menentukan pilihannya bahkan hingga hari ini. Kemungkinan dirinya baru akan memilih di detik-detik terakhir. Meski demikian, Nurkamil berharap agar pemenang pilpres akan menjamin rumah-rumah warga tidak akan memiliki ledeng yang mudah rusak agar bisa mengurangi pengeluaran rumah tangga. (Sha01)

====

DISCLAIMER

Iklan

Shaka

Other posts by

One Respond

  • kunderemp

    on June 21, 2014, 10:22:21

    Wow.. ternyata Pak Prabowo berjasa pada industri pipa

    Reply to kunderemp

FOLLOW US

ARTIKEL LAWAS