Iklan
LATEST TWEET

Elektabilitas Prabowo dan Jokowi Anjlok, Brazil dan Argentina Meroket!

June 13, 2014       Olahraga & Permainan, Pemilu 2014, Politik      
Calon presiden Prabowo Subianto dan Joko Widodo. Berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh GARANUS, elektabilitas keduanya turun drastis dalam seminggu terakhir dan tergeser oleh kandidat lain seperti Brazil, Argentina, dan Spanyol. (photo courtesy globalindonesianvoices.com)

Calon presiden Prabowo Subianto dan Joko Widodo. Berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh GARANUS, elektabilitas keduanya turun drastis dalam seminggu terakhir dan tergeser oleh kandidat lain seperti Brazil, Argentina, dan Spanyol. (photo courtesy globalindonesianvoices.com)

JAKARTA, POS RONDA – Setelah sempat mengeluarkan hasil survei indeks korupsi partai politik yang kontroversial jelang pemilu legislatif bulan April lalu, Garda Reaksioner Nusantara (GARANUS) kembali menerbitkan data yang menyebutkan bahwa elektabilitas kedua calon presiden, Prabowo Subianto dan Joko Widodo (Jokowi), turun drastis dalam seminggu terakhir.

Ketua Harian GARANUS, Thomas Paranginan, menyatakan bahwa hasil survei ini unik dan mengejutkan. Padahal sejak awal kampanye dimulai, dari berbagai lembaga survei hanya didapat dua macam hasil, yakni elektabilitas Prabowo naik dan Jokowi turun, atau elektabilitas Prabowo turun dan Jokowi naik.

Dalam survei GARANUS kali ini, elektabilitas keduanya turun drastis hingga tingkat di bawah lima persen, dan ini membuat kedua kandidat terancam tidak akan memenangkat pilpres tahun 2014 bulan Juli nanti.

“Biasanya memang hanya ada dua hasil, entah siapa kandidatnya, yang jelas satu turun satu naik. Tergantung dari siapa yang bayar lembaga surveinya kalau itu, ah. Survei kami berbeda karena kami jujur dan tidak memihak, tidak ada bayara-, maksud kami, pesanan apapun dari kedua kandidat.” ujar Thomas dalam konferensi pers yang diselenggarakan di Balai Kartini, Jakarta Selatan, kemarin (12/6).

Dalam hasil survei yang dikeluarkan GARANUS, posisi Prabowo dan Jokowi tergeser dengan kejam oleh sejumlah kandidat baru yang dikemukakan sendiri oleh responden.  Berikut ini urutan kandidat pilihan responden hasil dari survei yang dilakukan GARANUS secara nasional:

    1. Brazil – dipilih oleh 15,2 % (persen) responden
    2. Argentina – 14,5 %
    3. Spanyol  – 12,3 %
    4. Italia – 11,9 %
    5. Jerman – 8,0 %
    6. Perancis – 6,5 %
    7. Belanda – 6,4 %
    8. Inggris – 5,1 %
    9. Belgia – 4,8 %
    10. Prabowo – 4,5 % (hasil survei imbang dengan Jokowi)
    11. Jokowi – 4,5 % (hasil survei imbang dengan Prabowo)
    12. Kandidat Lainnya – 4,3 % (dukungan kandidat di bawah 1 persen disatukan di sini)
    13. Belum menentukan pilihan – 2,0 % (tidak menjawab pertanyaan survei)
Pesepakbola Neymar dan Lionel Messi bertanding mewakili negaranya masing-masing, Brazil dan Argentina. Kedua kandidat tersebut secara mengejutkan menempati peringkat teratas elektabilitas dalam survei yang dilakukan oleh GARANUS. (photo courtesy completesnigeriasports.com)

Pesepakbola Neymar dan Lionel Messi bertanding mewakili negaranya masing-masing, Brazil dan Argentina. Kedua kandidat tersebut secara mengejutkan menempati peringkat teratas elektabilitas dalam survei yang dilakukan oleh GARANUS. (photo courtesy completesnigeriasports.com)

Secara mengejutkan Brazil, Argentina, Spanyol, Italia, dan Jerman menempati lima peringkat teratas di hasil survei yang dilakukan oleh GARANUS.

Thomas mengatakan bahwa dari hasil analisis, para responden bukannya tidak peduli terhadap kedua capres resmi dalam pilpres tersebut, melainkan lelah mengamati kampanye dan argumen tidak sehat yang selalu dilontarkan oleh para pendukung fanatik para kandidat.

“Rupanya inilah fenomena yang terjadi. Karena banyak pendukung fanatik yang masih saling serang baik di dunia maya maupun nyata, akhirnya malah membuat segmen swing voters merasa jengah dengan kedua kandidatnya. Jadilah mereka mendukung kandidat lain seperti Brazil dan Argentina, seperti yang kita lihat pada hasil survei.” papar Thomas.

Thomas kemudian segera menyangkal apabila hasil survei tersebut tercampur dengan survei lain atau terkait dengan agenda Piala Dunia sepakbola yang tengah berlangsung di Brazil saat ini.

Menurut Thomas, survei yang dilakukan oleh GARANUS murni bersifat politik dan tidak ada hubungannya dengan sepakbola atau olahraga apapun. Dirinya menjamin lembaga yang dipimpinnya selalu menggunakan metode-metode mutakhir dalam pelaksanaan survei.

Upacara pembukaan Piala Dunia 2014 yang dilakukan di Arena Corinthians, Sao Paulo, Brazil. Ketua Harian GARANUS Thomas Paranginan menolak adanya keterkaitan antara hasil survei lembaganya dengan tengah diselenggarakannya Piala Dunia di Brazil. (photo courtesy sternbergclarke.co.uk)

Upacara pembukaan Piala Dunia 2014 yang dilakukan di Arena Corinthians, Sao Paulo, Brazil. Ketua Harian GARANUS Thomas Paranginan menolak adanya keterkaitan antara hasil survei lembaganya dengan tengah diselenggarakannya Piala Dunia di Brazil. (photo courtesy sternbergclarke.co.uk)

Uniknya, tidak ada pengamat politik ataupun para pakar yang bersedia berkomentar banyak mengenai hasil survei yang dikeluarkan GARANUS.

Syarief Mursin, pengamat politik dari Gerakan Transparansi dan Keterbukaan Indonesia (GTKI), yang dikenal sering berseberangan dengan GARANUS, bahkan secara terang-terangan menolak berkomentar.

“Survei elektabilitas dari GARANUS? Saya sudah baca. Tapi maaf, saya tidak mau komentar. Saya speechless.” tulis Syarief lewat pesan singkat kepada POS RONDA.

Sementara itu Yekti Hasroel Santoso, pakar komunikasi politik Universitas Jayabangsa Indonesia (UJI), juga tidak memiliki pendapat apapun mengenai hasil survei yang dikeluarkan oleh GARANUS selain dari tim yang menjadi favoritnya di Piala Dunia tahun ini, Inggris.

“Soal survei saya tidak mau komentar lah. Tapi saya sih mendukung Inggris karena ada Steven Gerrard. Tapi kok ya seperti biasa, sepertinya nggak bakal menang. Paling jauh akan mentok di semifinal.” papar Yekti saat di temui di kampus UJI pagi ini (13/6). (Sha01)

===

DISCLAIMER

Iklan

Shaka

Other posts by

One Respond

  • Diantari

    on June 14, 2014, 16:51:51

    Wakakakaka…kocak..bener ini…sekarang head line uda pada jadi bola semua…dalam sehari berubah total.

    btw, uda ada yg ikut daftar berkenalan.com – https://berkenalan.com kah? itu jejaring sosial baru ya, bisa buat kartu nama online trs minta dan beri kartu nama kepada teman2 online jg?

    Reply to Diantari


FOLLOW US

ARTIKEL LAWAS