Iklan
LATEST TWEET

Dulu “Mama Minta Pulsa”, Kini Giliran “Capres Minta Pulsa”

June 12, 2014       Kriminalitas & Hukum, Megapolitan, Pemilu 2014, Politik      
Penipuan lewat pesan singkat atau SMS merupakan salah satu modus yang paling sering digunakan oleh para penipu. Setelah dulu sempat merebak kasus SMS 'Mama Minta Pulsa', kini mulai muncul SMS 'Capres Minta Pulsa' dengan mencatut nama para kandidat peserta pilpres 2014. (photo courtesy antarabengkulu.com)

Penipuan lewat pesan singkat atau SMS merupakan salah satu modus yang paling sering digunakan oleh para penipu. Setelah dulu sempat merebak kasus SMS ‘Mama Minta Pulsa’, kini mulai muncul SMS ‘Capres Minta Pulsa’ dengan mencatut nama para kandidat peserta pilpres 2014. (photo courtesy antarabengkulu.com)

JAKARTA, POS RONDA – Beberapa orang penduduk melaporkan adanya permintaan uang pulsa lewat media pesan singkat atau SMS yang diduga sebagai penipuan. Modusnya mirip dengan kasus  SMS ‘Mama Minta Pulsa’ yang merebak beberapa waktu lalu, namun kini yang menjadi subjek dari pesan singkat tersebut bukanlah ‘Mama’, melainkan nama para calon presiden (capres) yang tengah bersaing dalam kampanye pemilihan presiden tahun ini.

Zulfan Rahmawan, warga Tangerang Utara, melaporkan adanya SMS penipuan tersebut kepada Polres Tangerang Utara pagi ini (12/6). Zulfan mengaku heran pada saat melihat nama yang tercantum dalam teks pesan singkat tersebut.

“Kejadiannya tadi pagi sekitar pukul setengah delapan waktu ponsel saya dapat SMS minta pulsa. Saya baru mau berangkat ke tempat kerja. Tadinya ya seperti biasa, saya yakin pasti penipuan. Tapi pas lihat namanya, ternyata nama salah satu capres. Pikir saya, wah bahaya ini. Jadi saya lapor saja ke polisi.” ujar Zulfan saat ditanyai kronologinya di kantor Polres Tangerang Utara.

Zulfan mengaku melaporkan kasus ini karena khawatir akan banyak orang yang tertipu. Dalam pilpres kali ini para pendukung fanatik masing-masing kandidat mungkin bersedia untuk melakukan apa pun termasuk memberikan uang sumbangan tanpa berpikir dua kali.

“Masyarakat secara spontan akan cenderung menyumbang pada orang yang didukungnya. Dulu saja waktu ramai kasus ‘Mama Minta Pulsa’ banyak yang tertipu, apalagi ini karena menggunakan nama para capres. Bisa jadi akan berbondong-bondong kehilangan pulsa. Kasihan orang-orang kalau tidak segera diberi tahu ada modus baru seperti ini.” lanjut Zulfan yang berprofesi sebagai pengajar di salah satu kampus di Tangerang Utara.

Pesan singkat yang dikirim ke ponsel milik Zulfan mengajak penerima pesan untuk mengirim pulsa kepada salah satu capres. Berikut ini isi dari pesan singkat tersebut:

“Hai ganteng/cantik, ini aku, <nama capres sengaja disamarkan – red.>. Kamu lagi kelebihan pulsa, nggak? Nyumbang ya, buat aku. Sumbang pulsa juga nggak apa-apa. Kirim lah, 10ribu 20ribu. Biar aku menang, terus kamu kan juga senang. Makasih ya. Aku sayang kamu deh. Muuaaah!”

Kapolres Tangerang Utara AKBP Haris Poerdjianto mengatakan bahwa pihaknya sangat menghargai inisiatif warga seperti Zulfan dalam melaporkan indikasi-indikasi penipuan melalui media komunikasi seperti ini. Haris juga mengatakan bahwa masyarakat harus tetap waspada dan mengecek kembali apakah informasi yang mereka terima itu benar atau tidak.

Laporan sumbangan dana kampanye sekecil apapun harus dilaporkan kepada pihak KPU lengkap dengan persyaratan identitas para penyumbang. Nantinya, dana tersebut akan diaudit melalui kantor akuntan publik. (photo courtesy lampost.co)

Laporan sumbangan dana kampanye sekecil apapun harus dilaporkan kepada pihak KPU lengkap dengan persyaratan identitas para penyumbang. Nantinya, dana tersebut akan diaudit melalui kantor akuntan publik. (photo courtesy lampost.co)

“Perlu diketahui bahwa salah satu persyaratan sumbangan dana kampanye adalah bahwa seluruhnya wajib dilaporkan, dan harus lengkap dengan identitas penyumbang. Kalau hanya lewat pesan singkat seperti ini, tentunya tidak mungkin akan ada laporan lengkap. Jelas bahwa ini penipuan. Kami berharap masyarakat selalu waspada dan tidak mudah percaya pada modus seperti ini. ” papar Haris.

Haris menjelaskan, berdasarkan Undang-undang Pilpres Nomor 42 tahun 2008, seluruh dana kampanye sudah harus dilaporkan ke KPU paling lambat 1 hari sebelum kampanye pertama dimulai. Semua dana sumbangan di atas satu rupiah harus dilaporkan lengkap dengan identitas penyumbang. Nantinya, seluruh dana tersebut akan diaudit oleh kantor akuntan publik yang ditunjuk oleh KPU.

“Jadi bagaimana bisa diaudit kalau sumbernya saja tidak jelas? Hari ini kami sudah terima laporan dari saudara Zulfan selaku warga masyarakat. Kami akan tindak lanjuti dengan melaporkan hal ini juga kepada Kepolisian Pusat, KPU, Bawaslu, dan Kemenkominfo. Koordinasi lebih lanjut akan dilakukan untuk melakukan sosialisasi ke masyarakat agar tidak tertipu oleh pesan singkat seperti ini.” pungkas Haris. (Sha01)

 

====

 

DISCLAIMER

Iklan

Shaka

Other posts by


FOLLOW US

ARTIKEL LAWAS