Iklan
LATEST TWEET

Terinspirasi Jokowi, Puluhan Supir Bajaj Mangkal di Kantor KPU

June 10, 2014       Megapolitan, Pemilu 2014, Politik      
Kantor KPU Pusat di Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat. Dalam seminggu terakhir, banyak pengendara bajaj yang mangkal di depan Kantor KPU.  Padahal, peraturan mengenai ruas jalan tersebut tidak memperbolehkan kendaraan bajaj untuk melintas, apalagi mangkal di jalan tersebut. (photo courtesy lensaindonesia.com)

Kantor KPU Pusat di Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat. Dalam seminggu terakhir, banyak pengendara bajaj yang mangkal di depan Kantor KPU. Padahal, peraturan mengenai ruas jalan tersebut tidak memperbolehkan kendaraan bajaj untuk melintas, apalagi mangkal di jalan tersebut. (photo courtesy lensaindonesia.com)

JAKARTA, POS RONDA – Dalam kurun waktu seminggu terakhir, puluhan kendaraan umum bajaj terlihat parkir dan mangkal di depan kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) di ruas Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat. Fenomena ini tentu mengherankan, sebab menurut peraturan yang ada kendaraan bajaj tidak diperbolehkan melintas di ruas jalan tersebut apalagi parkir dan mangkal untuk mencari penumpang.

Maskun, seorang pengendara bajaj yang mangkal di tempat tersebut, mengaku bahwa sebelumnya dia tidak beroperasi di Jalan Imam Bonjol. Dirinya tahu bahwa bajaj dilarang untuk masuk ke ruas jalan tersebut. Namun, Maskun mengaku terinspirasi oleh calon presiden (capres) Joko Widodo yang mendatangi kantor KPU dengan menggunakan bajaj.

“(Saya) di sini dari tanggal 2 (Juni), mas. Memang tadinya dilarang kita ke sini. Tapi kan ternyata Pak Jokowi bisa naik bajaj ke KPU, ya kita jadi berani buat mangkal di sini. Lha, Gubernur-nya aja bisa naik bajaj ke sini kan berarti sebenarnya nggak ada larangan buat rakyatnya. Saya ini rakyat kecil, mas.” ujar Maskun.

Pada tanggal 1 Juni 2014, capres yang akrab disapa Jokowi tersebut mendatangi kantor KPU dengan menumpang bajaj untuk menghadiri acara pengundian nomor urut pilpres. Pasangan Jokowi, Jusuf Kalla, beserta para anggota tim sukses dan ketua partai-partai koalisi pendukungnya juga ikut menumpang bajaj dan beramai-ramai ikut mendampingi Jokowi ke KPU. Dalam acara tersebut, pasangan Jokowi-Kalla mendapat nomor urut 2, sementara pasangan kandidat lainnya, Prabowo-Hatta, mendapat nomor urut 1.

Jokowi menumpang bajaj ke KPU Pusat untuk mengambil undian nomor urut dalam pilpres. Ingin tampil merakyat, Jokowi mendapatkan kritik karena rombongannya menggunakan bajaj melalui jalur-jalur yang menurut peraturan melarang lewatnya kendaraan bajaj. Para pengkritik menekankan pada posisi Jokowi sebagai Gubernur DKI Jakarta yang seharusnya tetap menaati hukum dan peraturan yang ada di wilayah kewenangannya. (photo courtesy tempo.co)

Jokowi menumpang bajaj ke KPU Pusat untuk mengambil undian nomor urut dalam pilpres. Ingin tampil merakyat, Jokowi mendapatkan kritik karena rombongannya menggunakan bajaj melalui jalur-jalur yang menurut peraturan melarang lewatnya kendaraan bajaj. Para pengkritik menekankan pada posisi Jokowi sebagai Gubernur DKI Jakarta yang seharusnya tetap menaati hukum dan peraturan yang ada di wilayah kewenangannya. (photo courtesy tempo.co)

Kedatangan rombongan Jokowi menggunakan bajaj kemudian mendapatkan kritik, diantaranya dianggap sebagai pencitraan belaka, serta fakta bahwa pada dasarnya kendaraan bajaj tidak diperkenankan melewati ruas jalan yang dilewati oleh rombongannya. Jokowi dianggap tidak mentaati aturan lalu-lintas yang berlaku di wilayah kewenangannya sendiri sebagai Gubernur DKI Jakarta.

Pihak Jokowi sendiri sepertinya tidak menganggap serius kritik tersebut, dan menyebut hal itu sebagai peristiwa khusus yang dapat dikecualikan. Namun entah disadari atau tidak, rupanya aksi Jokowi tersebut membuat Maskun dan rekan-rekannya sesama pengendara bajaj tergerak untuk mangkal di jalan Imam Bonjol.

Karsudi, rekan Maskun, juga memiliki alasan yang sama. Hadirnya Jokowi dengan bajaj di KPU baginya merupakan panggilan untuk mangkal di tempat tersebut meskipun peraturan melarangnya. Sebagai pendukung Jokowi, Karsudi mengatakan bahwa dia hanya mengikuti jejak langkah idolanya. Ia bahkan mengatakan tidak segan untuk melawan balik pihak berwenang yang menegur dirinya.

“Pas hari kedua-ketiga ada yang bilang kita nggak boleh mangkal di sini. Dari (dinas) perhubungan atau polisi saya lupa. Saya ancam balik saja, ‘Gubernurmu aja mau lewat sini pakai bajaj. Nanti dia bakal jadi presiden, lho. Sampeyan mau apa…!’. Saya dukung Pak Jokowi! Revolusi mental, harus berani, ndak boleh kalah saya sama aturan!” papar Karsudi berapi-api.

Karsudi memang mengakui bahwa pendapatannya meningkat seminggu terakhir, meski tidak banyak. Tapi ia mengaku bangga telah mengikuti apa yang dilakukan oleh idolanya, Jokowi, dengan mangkal di depan kantor KPU.

Bajaj bahan bakar gas (BBG) yang mangkal di depan kantor KPU. banyak di antara pengendara bajaj masih belum menentukan pilihannya pada pilpres tahun ini. Namun, mereka terinspirasi oleh aksi Jokowi yang menumpang bajaj ke gedung KPU, maka mereka mengikuti contohnya dan mangkal di tempat yang sama. (photo courtesy tempo.co)

Bajaj bahan bakar gas (BBG) yang mangkal di depan kantor KPU. banyak di antara pengendara bajaj masih belum menentukan pilihannya pada pilpres tahun ini. Namun, mereka terinspirasi oleh aksi Jokowi yang menumpang bajaj ke gedung KPU, maka mereka mengikuti contohnya dan mangkal di tempat yang sama. (photo courtesy tempo.co)

Tidak seluruhnya pengendara bajaj yang mangkal tersebut merupakan pendukung Jokowi. Seperti Maskun, misalnya, masih belum menentukan pilihannya meski terinspirasi dengan aksi Jokowi. Maskun hanya mengambil kesempatan yang sudah diberikan oleh figur pemimpin melalui apa yang dicontohkannya.

“Saya sih masih belum tau mau pilih siapa. Dua-duanya (kandidat) buat saya belum ada yang bikin sreg saja. Kita kan mangkal di sini karena toh Pak Jokowi sebagai capres dan gubernur juga berani lewat sini dengan bajaj, mata pencaharian kita. Karena ada contoh ya kita ikut.” ujar Maskun.

KPU sendiri sebenarnya merasa cukup terganggu dengan mangkalnya para pengendara bajaj di depan kantor mereka. Akan tetapi, pihaknya tidak kuasa ingin menyingkirkan puluhan pengendara bajaj tersebut. Salah satu pejabat KPU yang tidak ingin disebutkan namanya mengatakan bahwa bukan wewenang lembaganya untuk mentertibkan bajaj-bajaj yang ada.

“Pada dasarnya memang bukan wewenang kami. Seharusnya ‘kan kepolisian atau dinas perhubungan. Kami sudah laporkan dan minta tolong ke pihak terkait, tapi rupanya mereka lebih galak dan ngotot. Mau dipaksa, malah nanti teriak-teriak (pelanggaran) HAM. Repot jadinya.” ujar pejabat tersebut. (Sha01)

 

====

 

DISCLAIMER

Iklan

Shaka

Other posts by

3 Responses

  • Indah

    on June 12, 2014, 11:56:29

    harus nya tiap mingu pas car free day jg diadakan di depan KPU..biar kita rame2 bersepeda ksana…

    btw, uda ada yg ikut daftar berkenalan.com – https://berkenalan.com kah? itu jejaring sosial baru ya,
    bisa buat kartu nama online trs minta dan beri kartu nama kepada teman2 online jg?

    Reply to Indah
  • saspawi

    on June 25, 2014, 00:14:18

    Buat Redaksi, gua mau bilang lo tu pinter banget sih Red

    Reply to saspawi


FOLLOW US

ARTIKEL LAWAS