Iklan
LATEST TWEET

Investigasi: Misteri IQ Prabowo dan Koleksi Kuda Mekanis

June 09, 2014       Pemilu 2014, Politik      
Prabowo berkuda di sebuah fasilitas di areal kediamannya. Kegemaran Prabowo akan olahraga berkuda sudah diketahui secara luas oleh publik. Tapi tidak demikian dengan kegemaran Prabowo atas kuda-kuda mekanis. (photo courtesy progressivenews.com)

Prabowo berkuda di sebuah fasilitas di areal kediamannya. Kegemaran Prabowo akan olahraga berkuda sudah diketahui secara luas oleh publik. Tapi tidak demikian dengan kegemaran Prabowo atas kuda-kuda mekanis. (photo courtesy progressivenews.com)

JAKARTA, POS RONDA – Pernyataan politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Fahri Hamzah mengenai angka intelektualitas (IQ) calon presiden (capres) Prabowo Subianto mendapatkan reaksi beragam dari berbagai pihak. Menyebut IQ Prabowo mencapai 152, Fahri kontan dianggap asal bicara karena melakukan mark-up pada angka tersebut. Dalam perhitungan nilai IQ, angka 152 memang sangat tinggi dibandingkan rentang IQ normal yang biasanya berkisar antara 99 hingga 110.

Angka tersebut konon didapat dari hasil tes kesehatan para kandidat capres pada tanggal 22 Mei 2014 lalu yang diagendakan oleh KPU. Sayangnya, hasil rincian tes kesehatan tersebut memang tidak dibuka kepada publik, sehingga tidak ada cara untuk membuktikan apakah pernyataan Fahri keliru atau memang benar.

Politisi PKS Fahri Hamzah. Fahri memulai polemik dengan menyebutkan nilai IQ Prabowo hasil dari tes kesehatan. Fahri dinilai asal bicara atau salah membaca kriteria hasil tes. (photo courtesy tempo.co)

Politisi PKS Fahri Hamzah. Fahri memulai polemik dengan menyebutkan nilai IQ Prabowo hasil dari tes kesehatan. Fahri dinilai asal bicara atau salah membaca kriteria hasil tes. (photo courtesy tempo.co)

Pakar konspirasi politik dari Universitas Bunga Mercusuar Indonesia (UNIBUMI), Tatang Suripno, bahkan sempat berkelakar bahwa ada kemungkinan bahwa Fahri salah melihat kriteria hasil tes tersebut.

“Jangan-jangan yang dia lihat itu bukan angka IQ, tapi angka tekanan darah! Kita ‘kan tahu bagaimana  Prabowo dikabarkan mudah emosi.” ujar Tatang sambil tertawa.

Secara serius Tatang kemudian berkomentar apabila angka tersebut ternyata benar. Menurut Tatang, akan lebih baik jika Prabowo menjadi ilmuwan dibandingkan presiden. Dengan angka IQ sebesar itu, maka kemampuan otak seseorang bisa dikatakan satu level dengan tokoh seperti Albert Einstein dan BJ Habibie.

“Kalau memang sepintar itu lebih jadi ilmuwan saja. Bisa lebih bebas menciptakan sesuatu yang berguna untuk masyarakat. Saya malah khawatir, seandainya angka 152 itu benar, Prabowo jadi presiden nanti IQ-nya malah akan turun drastis karena kebodohan politik di Indonesia. Jarang ada politikus pintar, lho. Apalagi di Indonesia. Orang pintar kalau nyemplung ke lingkungan orang-orang bodoh pasti akhirnya ikutan bodoh.” lanjutnya.

Tatang sendiri tidak yakin angka IQ sebenarnya mencapai nilai setinggi itu. Menurutnya, orang yang menjadi kandidat presiden biasanya memang memiliki kecerdasan di atas rata-rata, namun tidak mencapai rentang IQ 150-an. Seandainya Prabowo benar-benar jenius, menurut Tatang, pasti akan ada peninggalan jejak yang nyentrik dan tidak umum.

Berbekal pernyataan dari pakar tersebut, POS RONDA kemudian melakukan investigasi lebih lanjut dengan merencanakan wawancara capres Prabowo Subianto secara langsung. Untuk mendapatkan izin wawancara tersebut tidak mudah, birokrasinya berlapis bahkan melebihi birokrasi pemerintah. Setelah hampir seminggu menunggu izin tersebut, barulah POS RONDA diperkenankan berkunjung ke kediaman Prabowo Subianto yang terletak di Desa Bojongkoneng, Hambalang, Bogor Jawa Barat.

Salah satu bagian dari areal rumah kediaman Prabowo. Kediaman tersebut sangat luas dengan berbagai fasilitas dari helipad hingga lahan pertanian. (photo courtesy kompasiana.com)

Salah satu bagian dari areal rumah kediaman Prabowo. Kediaman tersebut sangat luas dengan berbagai fasilitas dari helipad hingga lahan pertanian. (photo courtesy kompasiana.com)

Sayangnya, pada saat POS RONDA tiba di kediaman tersebut pada hari Minggu lalu (8/6), Prabowo terpaksa pergi karena ada situasi mendadak yang membutuhkan kehadirannya. Meski demikian, POS RONDA diperkenankan untuk berkeliling meliput ke seluruh areal rumah tersebut.

Kediaman milik Prabowo sangat luas dan memiliki berbagai macam fasilitas. Selain helipad untuk keperluan transportasi, areal kediaman tersebut juga meliputi lahan pertanian untuk cabe, pisang, tomat, dan lain-lain. Fasilitas yang paling terkenal barangkali adalah istal kuda, lapangan berkuda, dan belasan ekor kuda peliharaan Prabowo.

Namun hal yang paling menarik adalah pada saat perjalanan menuju istal, POS RONDA melihat ada kuda berwarna hitam yang berlari kencang di atas padang rumput. Awalnya POS RONDA mengira salah satu kuda peliharaan Prabowo sedang dibiarkan bebas di luar istal, namun setelah mengamati lebih seksama, ada yang aneh pada kuda tersebut.

Matanya terlihat bersinar merah. Kulitnya berwarna hitam namun tidak nampak sempurna menutup seluruh tubuhnya hingga kerangkanya terlihat. Tetapi itu bukan kerangka tulang, dan lebih terlihat seperti rangka mesin. Setelah dilihat lagi, kuda itu ternyata kuda mekanis yang digerakkan mesin!

Kuda hitam mekanis yang berlari di areal kediaman Prabowo. Kuda ini merupakan karya terakhir Prabowo sebelum disibukkan oleh proses pemilu dan pilpres tahun 2014. (photo courtesy scenicreflections.com)

Kuda hitam mekanis yang berlari di areal kediaman Prabowo. Kuda ini merupakan karya terakhir Prabowo sebelum disibukkan oleh proses pemilu dan pilpres tahun 2014. (photo courtesy scenicreflections.com)

Ketertarikan Prabowo pada olahraga berkuda dan memelihara kuda sudah diketahui secara luas oleh publik. Namun yang belum banyak diketahui publik adalah kegemaran Prabowo membangun dan mengkoleksi kuda-kuda yang digerakkan dengan mesin.

“Memang bapak (Prabowo) suka dengan kuda. Untuk kuda-kuda mesin ini sebagian bapak sendiri yang buat di sela-sela waktunya dulu. Ada juga yang beli dari luar, tapi lebih banyak yang bikin sendiri.” ujar salah satu narasumber yang tidak ingin disebutkan namanya.

Awal kegemaran Prabowo membuat kuda-kuda mekanis seperti ini tidak diketahui. Namun menurut narasumber, Prabowo memang perfeksionis. Kuda-kuda biologis bisa sakit dan punya tenaga terbatas, sementara kuda mekanis bisa dibuat lebih kuat dan didesain sesuai keinginan.

Kuda mekanis berwarna hitam tersebut adalah karya mutakhir Prabowo, menurut sang narasumber. Prabowo dibantu beberapa orang asistennya membangun kuda tersebut di sela-sela waktu luangnya selama kurang lebih dua tahun. Bentuknya memang rumit dan sepertinya membutuhkan keahlian tinggi untuk membuat benda seperti itu dengan tangan.

“Kuda terakhir ini baru jadi kira-kira setahun lalu. Bapak butuh waktu dua tahun untuk membuat ini. Setahu saya biaya bikinnya mahal ini. Lebih dari semilyar (rupiah).” papar narasumber.

Narasumber tersebut kemudian mengajak POS RONDA ke sebuah ruangan yang berisi kuda-kuda mekanis yang kini dijadikan pajangan. Salah satu yang paling mencolok adalah kuda mekanis bertenaga uap ala steampunk. Berwarna kuning keemasan, kuda mekanis tersebut tampak seperti kuda berbaju zirah lengkap dengan senjata-senjata yang melekat di tubuhnya.

Kuda steampunk yang menjadi salah satu pajangan. Termasuk salah satu kuda mekanis favorit Prabowo, dibangun saat masih aktif di militer dan awalnya ingin ditawarkan ke TNI (saat itu ABRI) namun tidak jadi. (photo courtesy desktopwallpapers4.me)

Kuda steampunk yang menjadi salah satu pajangan. Termasuk salah satu kuda mekanis favorit Prabowo, dibangun saat masih aktif di militer dan awalnya ingin ditawarkan ke TNI (saat itu ABRI) namun tidak jadi. (photo courtesy desktopwallpapers4.me)

Menurut narasumber, kuda tersebut adalah salah satu karya favorit Prabowo. Nampak lebih kusam dan tidak serapi kuda hitam mekanis yang ada di luar ruangan tadi, rupanya kuda steampunk ini adalah buatan Prabowo saat masih aktif di keanggotaan militer.

“Dulu rencananya ini mau ditawarkan ke ABRI (TNI) saat itu untuk memperkuat militer. Tapi ya karena banyak kejadian-kejadian saat itu, akhirnya tidak jadi. Waktu Bapak ke Yordania dulu kuda mesin yang ini dibawa ke sana. Sepertinya disempurnakan di sana, saya tidak tahu detailnya.” lanjutnya.

Dari hasil pantauan POS RONDA, terdapat sekurangnya lima kuda mekanis lain yang dipajang di ruangan tersebut. Menurut narasumber, seluruhnya masih bisa berjalan namun karena bentuknya berbeda-beda dan model lama, maka gerakannya tidak akan semulus kuda mekanis hitam yang baru.

Kuda-kuda mekanis tersebut mengakhiri kunjungan POS RONDA ke kediaman Prabowo, dan teringat pernyataan pakar bahwa akan ada jejak-jejak nyentrik dan tidak umum bila memang Prabowo jenius. Apakah kuda-kuda mekanis tersebut jawabannya? POS RONDA ini tidak bisa menjawab dengan pasti mengingat wawancara tidak jadi dilakukan. (Pg2/Sha01)

 

====

 

DISCLAIMER

Iklan

Shaka

Other posts by

6 Responses

  • Deddydey Diusia Tigapuluhsatutahun

    on June 12, 2014, 11:03:45

    wakakakakakakkkkkk

    Reply to Deddydey
  • Indah

    on June 12, 2014, 11:55:39

    Wakakakakaka….jgn2 juga suka maen kuda2an..wakakakakaka….

    btw, uda ada yg ikut daftar berkenalan.com – https://berkenalan.com kah? itu jejaring sosial baru ya,
    bisa buat kartu nama online trs minta dan beri kartu nama kepada teman2 online jg?

    Reply to Indah
  • pendukung Jokowi-jk

    on June 29, 2014, 23:24:34

    kata siapa prabowo IQ nya 152 ngawur tuh setahu saya pak prabowo itu IQ nya sama dengan kita normal 110 nagwur tuh ketua partai hahaha Hoax doang bisanya hahaha soal kuda ya sya gk tau mungkin aja itu warga pos ronda salah lihat karna malam segitu dulu komenku

    Reply to pendukung
    • Patrick

      on June 30, 2014, 22:37:14

      dari nama saudara aja udah bisa dilihat apapun yg baik dari pak prabowo pasti anda bantah
      yg berkomen tolong yg cerdas, dengan fakta” atau opini yang masuk akal, jangan seperti pasukan nasi bungkus
      setahu anda darimana? orang pemerintahan saja tidak bisa tahu pasti, bagaimana dengan info dari anda yang cuma sekedar “setahu saya” ?
      saya sih juga tidak tahu pasti benar apa tidak IQ pak Prabowo 152, tapi saya rasa mungkin saja, karena IQ itu berhubungan dekat dengan genetik seseorang, dan bisa kita lihat Ayah Prabowo, Soemitro Djojohadikoesoemo , dia termasuk orang yang Jenius, umur 26 tahun sudah menjadi Doktor ilmu Ekonomi, dan 33 Tahun sudah menjadi Menteri perdagangan dan perindustrian.. and i say that’ll definitely need some high IQ to achieve that.. jadi ga heran lah menurut saya kalo pak Prabowo IQnya juga Jenius

      tapi sekali lagi ini hanya opini dan beberapa fakta pendukung, jadi mengenai nilai pastinya saya juga tidak tahu, at least saya tidak blindly sok tau seperti saudara nasi bungkus haha

      Reply to Patrick
      • Jafer Flowers

        on July 21, 2014, 00:09:50

        Wah, nama anda mencerminkan kualitas omongan anda, setara Patrick di Spongebob. Soemitro itu anaknya Margono Djojohadikusumo, pendiri BNI 46, justru kagak heran kalo doi bisa jadi doktor umur 26, jadi menteri umur 33 tahun sesuai apa kata ente. Soalnye modal dari bokapnye gede, bos! Jangan heran jadinye. Kuliah di luar negeri, balik-balik jadi menteri, ya wajar lah buat masa-masa awal kemerdekaan.

        Reply to Jafer
        • Orang

          on July 21, 2014, 11:33:22

          Dah dibilangin sama Patrick kalau ngomong berdasarkan bukti, masih ngeyel.
          Buktinya apa jika modal dari bokapnya yang membuat dia jadi menteri??
          kasih gambarnya, kasih data yang konkret dan jangan asal ngomong

          Ente pasti tahu dari kata orang, dengar-dengar atau konspirasi abal-abal yang pake ilmu cocoklogi yang ngawur
          Panasbung detected!

          Reply to Orang


FOLLOW US

ARTIKEL LAWAS