Iklan
LATEST TWEET

Saat Internet Terkekang: Review Anime “5 Kilobytes per Second”

May 22, 2014       Uncategorized, z_Editor's Choice      

5KBS_pos

Judul: Byosoku Go Kirobaito / 5 Kilobytes per Second
Tahun rilis: 2014
Kreator: Ikuya Kasai
Produksi: Kasai-Tezuka Creations Ltd.
Distributor: CoMix Wave, Inc.

JAKARTA, POS RONDAByosoku Go Kirobaito, atau 5 Kilobytes per Second, adalah sebuah animated feature film bergenre drama politik absurd yang bercerita mengenai kehidupan masyarakat di sebuah negara fiktif bernama Rakuto yang memiliki kecepatan koneksi internet yang sangat lamban bila dibandingkan dengan negara-negara lainnya.

Dalam universe utopia yang diciptakan di 5 Kilobytes per Second (5KB/S), internet sebenarnya telah menjadi hak dasar bagi warga dunia. Para penduduk dunia bebas berkomunikasi dan mengakses informasi atas segala hal. Anak-anak tumbuh menjadi individu yang cerdas dan terbuka pemikirannya, sementara para orang tua tetap berpikiran tajam dan bijaksana karena lancarnya akses informasi.

Namun, terdapat beberapa distopia dalam universe 5KB/S. Diantaranya adalah negara Rakuto. Di negara yang bertema mirip Jepang namun dengan sentuhan steampunk tersebut,  digambarkan bahwa akses internet yang layak adalah kemewahan yang langka. Hanya mereka yang mampu membayar mahal yang memiliki kecepatan internet lebih tinggi, itu pun tetap terbatas dibandingkan negara-negara tetangganya.

Alih-alih mereka mendapatkan pelayanan yang baik, rupanya para pembayar internet yang mahal juga hanya menjadi sapi perah pajak yang besar bagi pemerintahan negara Rakuto yang korup.

Tokoh antagonis  (sekaligus tokoh sentral anime ini) dalam kebijakan telekomunikasi di negara Rakuto tersebut adalah sang menteri informasi dan penyiaran bernama Daifaburu. Digambarkan sebagai sosok karakter yang ambisius, namun juga picik, emosional, dan berpikiran sempit, Menteri Daifaburu adalah anti-tesis terhadap manusia utopia dalam universe 5KB/S.

Dalam anime tersebut diceritakan bahwa sejak Menteri Daifaburu menjabat, dirinya terbukti lebih buruk dari pendahulunya yang juga mengekang kebebasan berinternet di Rakuto. Kuota dan akses internet semakin dikurangi dikarenakan alasan-alasan yang tidak masuk akal, salah satunya karena internet dianggapnya sebagai medium penyebaran ilmu hitam. Baginya, internet bukanlah unsur alamiah dari kehidupan dunia sehingga tidak perlu diberi kesempatan berkembang. Hingga akhirnya kecepatan internet di negara Rakuto hanya dipatok maksimal sebesar lima kilobytes per detik – yang menjadi judul dari anime ini.

Menteri Daifaburu, tokoh antagonis sekaligus tokoh sentral dalam anime 5 Kilobytes per Second. (photo courtesy zh.wikipedia.org)

Menteri Daifaburu (tengah, jaket hitam), tokoh antagonis sekaligus tokoh sentral dalam anime 5 Kilobytes per Second. (photo courtesy zh.wikipedia.org)

Di salah satu adegan, Menteri Daifaburu sempat terganggu oleh kehadiran seekor lebah yang tidak sengaja masuk ke dalam ruang kantornya. Saking kesalnya, sang menteri mengeluarkan kebijakan kontroversial untuk menghapus semua data dan informasi mengenai lebah. Situs internet yang berisi konten mengenai lebah sekecil apapun di-blok, koran-koran yang menggunakan kata ‘lebah’ diancam bredel, dan buku-buku di perpustakaan yang memiliki bahasan soal lebah dibakar.

Kekuasaan Daifaburu akhirnya berakhir setelah rakyat Rakuto yang kesal memutuskan untuk melakukan revolusi, menggulingkan rezim pemerintahan yang menaungi Daifaburu. Daifaburu melarikan diri tak tentu rimbanya, dan pemerintahan baru pun berjanji untuk memperbaiki kondisi akses internet dan infrastruktur telekomunikasi di negara tersebut.

Dalam anime 5KB/S garapan Ikuya Kasai ini, tingkah laku Menteri Daifaburu memang digambarkan sangat ekstrim. Meski demikian, sang kreator anime ini menyatakan bahwa dirinya sengaja membentuk karakter Daifaburu seperti itu demi membentuk suasana politik yang absurd.

Kasai ingin menggambarkan titik ekstrim apa yang dapat terjadi di sebuah negara bila terdapat orang-orang seperti Daifaburu memegang kekuasaan dalam urusan yang vital seperti telekomunikasi.

Memang, saat dirilis pertama kali tanggal 17 Mei lalu di Shibuya, Tokyo, Jepang bersamaan dengan Hari Telekomunikasi Internasional, Kasai dalam konferensi pers menyatakan anime ini ditujukan untuk mengkritik pemerintah-pemerintah di dunia yang mengekang kebebasan rakyatnya dalam mengakses internet.

“Jangan biarkan rakyatmu menjadi bodoh. Bila sebagai pejabat hanya kau yang tidak mengerti dan melek soal internet, cukup kau sajalah yang rugi. Tapi jangan biarkan rakyatmu menjadi korban. Kalau tidak, kau tidak ada bedanya dengan Gerombolan Mongol yang menghancurkan kota-kota karena tidak tahu harus berbuat apa setelah merebut kota-kota tersebut.” ujar Kasai dalam konferensi pers tersebut.

Selain sebagai produser dan kreator anime bergenre politik absurd, Kasai juga dikenal sebagai aktivis yang biasa memperjuangkan akses penduduk terhadap teknologi yang membantu perkembangan kemanusiaan di negara-negara berkembang. 5 KB/S adalah karyanya yang ke-4 setelah Children of Capitals (2011), 38 Degrees (2009), dan Black Gods of Neptune(2005).

5KB/S digarap dengan rapi dan unik. Meskipun  hanya berpusat pada satu orang antagonis sentral, cerita dan plot dari anime ini tetaplah kuat dan bernuansa epik seperti yang telah dijanjikan sebelumnya. Kemungkinan besar, anime ini bisa menjadi calon kuat pemenang Academy Awards tahun depan dalam kategori Best Animated Pictures.

Anime ini sangat direkomendasikan bagi orang-orang yang suka dengan tayangan dan film bergenre drama politik. (Sha01)

====

DISCLAIMER

====

Disclaimer tambahan:
* Anime 5 Centimeters per Second adalah hasil karya Makoto Shinkai, diproduksi dan didistribusikan oleh CoMix Wave, Inc. Segala hak atas pengakuan dan intelektual atas karya tersebut adalah milik mereka.
* Karakter Spandam adalah hasil karya Eichiro Oda dalam dunia One Piece. Segala hak atas pengakuan dan intelektual adalah milik Oda beserta distributor dan penerbit One Piece.
* Redaksi POS RONDA tidak dapat menelusuri siapa yang pertama kali ‘memplesetkan’ judul anime tersebut menjadi 5 Kilobytes per Second. Meski demikian, Redaksi mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya karena telah memberikan inspirasi untuk menghasilkan tulisan ini.
Iklan

Shaka

Other posts by

13 Responses

  • Tukang Pantau

    on May 22, 2014, 13:38:17

    daifaburu sembarang
    “twips budiman, memangnya kalau internetnya cepat mau dipakai buat apa?…:D cari bacol?”

    Reply to Tukang
    • V

      on May 22, 2014, 18:19:37

      pendek banget pikirannya. informasi kan bukan cuma buat bacol, bodoh.

      Reply to V
    • DODOL

      on May 30, 2014, 04:57:19

      LOL KETAHUAN YANG SERING NYARI BACOL , WOKWOKWOKWOKWOKWOWK

      Reply to DODOL
  • Dini

    on May 22, 2014, 21:39:12

    wakakakaka…namanya jg cerita fiktif…

    uda ada yg daftar berkenalan.com (https://berkenalan.com) ga ya?
    Kayak nya asyik jg tuh bisa tukar2an kartu nama, bisa buat kartu nama online jg ya….jaringan sosial baru kayaknya…?

    Reply to Dini
  • Sinbad

    on May 22, 2014, 23:00:26

    “Awalnya LDR kami baik-baik saja, namun semua berubah sejak 5kb per second menyerang”

    *Nerjemahin gambar 😀 😀

    Reply to Sinbad
  • Mang Ali

    on May 23, 2014, 01:28:24

    Bekaturu Semu Riwingu (Bekatul Semriwing)-kah yang dimaksud?

    Reply to Mang
  • chuck walawala

    on May 23, 2014, 02:33:28

    Sequelnya : 5 kilobits/second

    Reply to chuck
    • Ans

      on June 14, 2014, 11:04:30

      nambah nangis
      kecepatannya jadi 1/8nya

      Reply to Ans
  • Mercon C

    on May 30, 2014, 10:45:55

    prequel : 5 bits/ second + always disconect :mrgreen:

    Reply to Mercon
  • Nash

    on December 31, 2014, 09:46:33

    surem ngaco banget hahahaha

    Reply to Nash


FOLLOW US

ARTIKEL LAWAS