Iklan
LATEST TWEET

Sineas Hollywood Berebut Adaptasi Kasus Century ke Layar Lebar

May 07, 2014       Uncategorized      
Bank Century. Kasus bail-out sejumlah Rp, 6,7 trilyun yang akhirnya menjadi skandal nasional kini menarik perhatian Hollywood. Dua sineas ternama, Oliver Stone dan Martin Scorsese, dikabarkan ingin mengadaptasi kasus Century ke layar lebar. (photo courtesy ANTARA & Indopos.co.id)

Bank Century. Kasus bail-out sejumlah Rp, 6,7 trilyun yang akhirnya menjadi skandal nasional kini menarik perhatian Hollywood. Dua sineas ternama, Oliver Stone dan Martin Scorsese, dikabarkan ingin mengadaptasi kasus Century ke layar lebar. (photo courtesy ANTARA & Indopos.co.id)

SACRAMENTO, POS RONDA – Kasus Bank Century ternyata tidak hanya menarik perhatian publik Indonesia namun juga luar negeri, khususnya dalam lingkungan dunia perfilman di Hollywood. Terbukti dua sutradara kenamaan Amerika Serikat (AS), Oliver Stone dan Martin Scorsese, secara terbuka menyatakan keinginannya untuk mengadaptasi kasus tersebut ke layar lebar.

Keinginan Stone dikemukakan sendiri olehnya pada Senin (5/5) yang lalu dalam sebuah konferensi pers di Los Angeles. Stone mengakui bahwa dirinya telah mengikuti kasus Bank Century di Indonesia tahun 2011 lalu.

“Pada saat itu saya mendapat berita dari kolega saya yang kebetulan tengah mengunjungi Indonesia. Dia berkata, kasus ini bisa jadi lebih menarik daripada dalam Wall Street. Lebih rumit dengan potensi plot yang luar biasa.” ujar Stone sambil merujuk kepada film besutannya, Wall Street (1987) dan sekuelnya, Wall Street: Money Never Sleeps (2010).

Stone juga menyatakan bahwa dirinya semakin bersemangat untuk mengadaptasi kasus tersebut setelah diberikan laporan mengenai kesaksian Sri Mulyani Indrawati dalam kasus Century. Meskipun penyelidikan kasus ini belum berakhir, Stone mengatakan bahwa itu tidak menjadi masalah.

Oliver Stone dalam sebuah konferensi pers di Los Angeles, hari Senin (5/5) lalu. Stone secara terbuka menyatakan telah mengikuti kasus Century dengan seksama dan ingin menangani adaptasinya ke layar lebar. (photo courtesy thegrio.com)

Oliver Stone dalam sebuah konferensi pers di Los Angeles, hari Senin (5/5) lalu. Stone secara terbuka menyatakan telah mengikuti kasus Century dengan seksama dan ingin menangani adaptasinya ke layar lebar. (photo courtesy thegrio.com)

“Bukankah ini plot yang luar biasa? Pada akhirnya, tidak ada yang tahu siapa yang bersalah. Para pentonton nantinya hanya akan bisa menduga-duga saja. Bayangkan saja, perusahaan kecil tapi mendapat perlakuan bail-out fantastis. Apabila ini terjadi di Amerika, pasti menjadi skandal sebesar Watergate. Mengenai ending, bisa berujung pada apa saja. Karena itulah namanya adaptasi.” paparnya.

Namun Stone mengatakan bahwa apabila dirinya jadi mengadaptasi kisah ini, maka latar dari film tersebut tetaplah mengenai perbankan AS, dan hanya meminjam kronologi dan plot dari kasus Century. Stone mengaku akan lebih mudah mengadaptasi kisah ini ke dalam latar AS, dibandingkan harus menjelaskan sistem perbankan negara lain kepada penonton yang merupakan penduduk Amerika.

Keinginan Stone untuk membesut adaptasi ini kemungkinan besar akan mendapat tantangan dari sutradara kenamaan lainnya, Martin Scorsese. Scorsese yang terkenal dengan film-film seperti Gangs of New York, The Aviator, Raging Bull, dan baru-baru ini meraih beberapa penghargaan dengan The Wolf of Wall Street, juga tertarik untuk menangani adaptasi cerita kasus Century.

“Saya jelas tertarik.” kata Scorsese saat diwawancara oleh POS RONDA lewat telepon. “Adaptasi kasus Century mungkin tidak akan jauh berbeda genre dengan Wolf (of Wall Street). Fokus kepada satu peran utama yang pintar bermain angka. Tinggal tambahkan angka nol, dan jadilah!” tambahnya.

Selain genre yang sama dengan Wolf of Wall Street, Scorsese juga mengatakan bahwa bentuk adaptasinya bisa saja dijadikan genre courtroom drama, dengan para pengacara, saksi, dan bukti-bukti yang saling bertentangan satu sama lain.

“Bisa saja dijadikan courtroom drama, atau mungkin juga courtroom chaos. Banyak saksi yang dimintai testimonialnya, bukti-bukti dilemparkan, tapi akhirnya yang mengemuka di media massa adalah perseteruan antar saksi, bukan esensi kasusnya sendiri. The screenplay possibilities for the are endless.” ujar Scorsese.

Sineas Martin Scorsese juga ingin membesut adaptasi kasus Century ke layar lebar. Bagi Scorsese, kemungkinan atas film seperti apa yang bisa diciptakan dari kisah Bank Century bisa tak terbatas. (photo courtesy telegraph.co.uk)

Sineas Martin Scorsese juga ingin membesut adaptasi kasus Century ke layar lebar. Bagi Scorsese, kemungkinan atas film seperti apa yang bisa diciptakan dari kisah Bank Century bisa tak terbatas. (photo courtesy telegraph.co.uk)

Kemungkinan besar Scorcese akan menggandeng kembali Terence Winter (Wolf of Wall Street) sebagai penulis naskah apabila dirinya jadi menangani adaptasi kasus Century. Selain itu, Scorsese juga membuka kemungkinan untuk melakukan pembuatan film di luar Amerika Serikat dengan menggunakan latar dan aktor-aktor Indonesia. Scorsese sebelumnya juga pernah menyutradarai film Kundun (1997) mengenai perjalanan hidup Dalai Lama yang diperankan oleh cucu Dalai Lama sendiri, Tenzin Thuthob Tsarong.

Menurut Scorsese, ini akan menjadi tantangan besar yang sedang dia cari pada saat ini. Meski demikian, Scorsese tidak akan memaksa untuk melakukan pengambilan gambar di Indonesia disebabkan oleh proses perizinan yang sulit dan berbelit-belit, ditambah lagi dirinya mendengar bahwa isu kasus Bank Century sangat sensitif bagi pemerintah Indonesia.

Lalu bagaimana dengan judul adaptasi tersebut? Scorsese mengaku sudah memiliki beberapa kemungkinan nama judul untuk film tersebut.

“Ada beberapa kemungkinan judul. Bisa saja disebut At the Brink of the Century atau Ghost Money.” jawab Scorsese. (TJ22)

*Artikel ini merupakan kontribusi dari koresponden POS RONDA di Sacramento, California, Amerika Serikat.

Iklan

posronda

Other posts by

3 Responses


FOLLOW US

ARTIKEL LAWAS