Iklan
LATEST TWEET

Menolak Lupa: Persoalan Royalti, Budi dan Ibunya Gugat Kemendikbud

May 02, 2014       Pendidikan, Politik, Sejarah      
Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pagi ini (2/5) resmi menerima permohonan gugatan perdata dari keluarga Budi kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (photo courtesy kejari-jaksel.go.id)

Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pagi ini (2/5) resmi menerima permohonan gugatan perdata dari keluarga Budi kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (photo courtesy kejari-jaksel.go.id)

JAKARTA, POS RONDA  – Pagi ini (2/5), Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan resmi menerima permohonan gugatan perdata kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia. Pemohon yang telah melayangkan gugatan tersebut adalah Budi dan Ibu Budi, yang menyatakan bahwa Kemendikbud telah lalai membayarkan royalti kepada Budi dan Ibunya atas penggunaan nama mereka pada kurikulum dan buku-buku pelajaran Bahasa Indonesia.

Pengacara keluarga Budi, Rockison Ginting, menuturkan bahwa pihak Kemendikbud telah secara sepihak mencatut nama kliennya sejak berpuluh-puluh tahun lalu tanpa memberikan kompensasi sama sekali.

“Pihak Kemendikbud telah menggunakan nama klien saya untuk digunakan di buku-buku pelajaran sekolah, dan ini berlangsung selama puluhan tahun. Tapi tidak sepeserpun kompensasi yang diberikan kepada klien saya. Ini namanya Kemendikbud telah mencatut nama secara sepihak. Karena itulah kami layangkan permohonan gugatan ini.” papar Rockison.

Ia  juga menjelaskan lebih lanjut, bahwa seharusnya ada penghargaan yang lebih terhadap kliennya mengingat selama puluhan tahun nama mereka digunakan dalam buku pelajaran.

Salah satu halaman dalam buku pelajaran Bahasa Indonesia yang mencantumkan nama Budi. Keluarga Budi telah menjadi bagian dari kurikulum Bahasa Indonesia selama puluhan tahun. (photo courtesy koleksibarangdjadoel.blogspot.com)

Salah satu halaman dalam buku pelajaran Bahasa Indonesia yang mencantumkan nama Budi. Keluarga Budi telah menjadi bagian dari kurikulum Bahasa Indonesia selama puluhan tahun. (photo courtesy koleksibarangdjadoel.blogspot.com)

“Kami juga mempermasalahkan bahwa tidak ada penghargaan sama sekali dari Kemendikbud. Klien saya sudah dicatut namanya puluhan tahun, dan menjadi bagian dari sejarah pendidikan Bahasa Indonesia.” ujar Rockison. “Silahkan anda suruh orang-orang yang pernah bersekolah mengingat kalimat ‘Ini Budi. Ini Ibu Budi.’ pastinya mereka ingat. Kami menolak lupa!” tambahnya.

Saat ditanya mengenai bukti-bukti yang menguatkan klaim tersebut, ia menyatakan bahwa dirinya dan kliennya telah memiliki semua bukti yang nanti akan diperlukan.

“Sudah (dikumpulkan). Klien saya punya bukti yang lebih dari cukup untuk membuktikan bahwa terjadi pencatutan nama tanpa izin serta tidak adanya kompensasi dari calon tergugat. Saya berharap permohonan ini akan dikabulkan menjadi gugatan resmi oleh pengadilan.” tegas Rockison.

Saat dimintai pendapat soal permohonan gugatan ini, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Muhammad Nuh menyatakan belum mengetahui hal tersebut, dan mengaku terkejut.

“Saya malah baru tahu dari kalian-kalian ini.” ujar Nuh kepada POS RONDA saat ditemui di kantornya sekembalinya dari shalat Jum’at siang ini.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhammad Nuh, menyatakan belum mengetahui layangan permohonan gugatan terhadap Kemendikbud. Nuh mengaku tidak dapat berkomentar sebelum adanya dokumen resmi dari pengadilan. (photo courtesy sindotrijaya.com)

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhammad Nuh, menyatakan belum mengetahui layangan permohonan gugatan terhadap Kemendikbud. Nuh mengaku tidak dapat berkomentar sebelum adanya dokumen resmi dari pengadilan. (photo courtesy sindotrijaya.com)

Nuh sendiri juga mengaku tidak tahu bahwa Budi dan Ibunya tidak mendapatkan kompensasi atas digunakannya nama mereka selama puluhan tahun di buku-buku pelajaran sekolah. Meski demikian, ia tidak mau berkomentar lebih lanjut sebelum ada surat resmi dari pengadilan dan akan berkoordinasi dengan bawahannya.

“Saya sama sekali tidak tahu. Tapi selama belum ada surat dari pengadilan, saya tidak dapat komentar apa-apa. Akan saya koordinasikan dengan sekretariat jenderal dan kepala biro terkait soal hal ini.” papar Nuh.

Ketua Komunitas Pendidikan Sejarah Indonesia (KPSI) Aryani Widiastoyo di tempat terpisah berkomentar bahwa Kemendikbud harus mencermati persoalan ini dengan baik. Menurutnya, jika gugatan itu benar adanya, maka bisa jadi ini hanya secuil dari gunung es dari tokoh-tokoh sejarah pendidikan Indonesia yang dilupakan.

“Pastinya harus bertanggung jawab. Kalau memang gugatan itu benar, dan Kemendikbud benar-benar bertanggung jawab. Benar-tidaknya biar ditentukan oleh pengadilan, tapi anggap saja ini menjadi sentilan bagi Kemendikbud, juga pemerintah umumnya. Bukan kali ini saja pemerintah mengabaikan sejarah.” ujarnya.

Gedung Kemendikbud, menurut Komunitas Pendidikan Sejarah Indonesia, seharusnya menjadi benteng utama pendidikan dan pelestarian sejarah di Indonesia. (photo courtesy mrnnews.com)

Gedung Kemendikbud, menurut Komunitas Pendidikan Sejarah Indonesia, seharusnya menjadi benteng utama pendidikan dan pelestarian sejarah di Indonesia. (photo courtesy mrnnews.com)

Aryani juga menekankan urgensi bahwa calon tergugat adalah instansi Kemendikbud, yang bertugas untuk mengelola pendidikan dan terutama bidang sejarah di Indonesia. Oleh karena itu, sudah seharusnya Kemendikbud meninjau ulang apakah selama ini ada tokoh-tokoh sejarah pendidikan Indonesia yang terlupakan, untuk kemudian diakui jasa-jasanya.

“Kasus ini akan menjadi krusial sebab yang dituju adalah Kemendikbud. Bagi kami, seharusnya Kemendikbud yang menjadi benteng utama pendidikan, pengenalan, pelestarian, dan pengungkapan sejarah. Apabila Kemendikbud saja melupakan sejarah dan tujuan utama pendidikan, lalu instansi yang lain akan seperti apa jadinya?” pungkas Aryani. (Sha01)

====

DISCLAIMER

Iklan

posronda

Other posts by

64 Responses

  • Dani

    on May 3, 2014, 14:12:52

    Nama Budi dan Ibu Budi itu kan nama umum. Ada-ada aja.

    Reply to Dani
  • Dede

    on May 3, 2014, 18:38:58

    Iki karepe opo je? Ntar abis budi ada ani, tono, inu, dan nama2 lain dibuku2 pelajaran yg mau nuntut juga.. Trus mau dikasih nama siapa tokoh di buku2????

    Reply to Dede
  • I

    on May 3, 2014, 21:27:44

    Alangkah banyak yg punya nama budi. Kenapa yg nuntut cuma 1? Lagipula itu nama udah dipake lama banget kaliii. Yang bener aja. Helllooo *pake gaya cak lontong

    Reply to I
  • zrynio

    on May 3, 2014, 22:36:22

    bapak gw namanya budi kok ga dapet royalti ye ?

    Reply to zrynio
  • Redaksi POS RONDA

    on May 4, 2014, 00:18:35

    Para pembaca yang budiman, redaksi POS RONDA mendapatkan informasi bahwa keluarga Tuti dan Wati juga akan melayangkan permohonan gugatan atas perkara yang serupa.

    Tentunya, akan sangat memberatkan bagi pihak Kemendikbud apabila permohonan gugatan dikabulkan dan dimenangkan oleh pengadilan. Mengingat jumlah jilid buku dengan nama mereka, serta rentang waktu puluhan tahun, dikhawatirkan Kemendikbud bisa mengalami kebangkrutan.

    Di sisi lain, terdapat rumor bahwa Badu juga akan mengajukan tuntutan atas hak royalti nama, serta menuntut atas pencemaran nama baik. Tuntutan pencemaran nama baik diperkirakan akan dilayangkan karena selama ini Badu selalu menjadi tokoh antagonis di buku-buku pelajaran sekolah.

    Mengenai perkara atas nama Ani, perlu diketahui bahwa saudara Ani adalah adik dari Budi, dan redaksi mendapatkan laporan bahwa perkaranya sudah diikutsertakan dalam berkas-berkas keluarga Budi.

    Redaksi POS RONDA mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya atas perhatian para pembaca sekalian.

    Salam satir.

    Reply to Redaksi
  • Clara

    on May 4, 2014, 10:03:43

    Sumpah.. Ngakak banget. Kita tunggu ada perkara dari orang lain. Udah puluhan tahun namanya dipake tuh.

    Reply to Clara
  • Bagus Cayo Mastriza (@Mastriza)

    on May 4, 2014, 19:22:53

    Guoooblok wkwkwkwk

    Reply to Bagus
  • Budi Mardani

    on May 4, 2014, 21:27:33

    Si penggugat itu hidup tahun berapa? Lahirnya kapan? Nama saya Budi dan saya tidak merasa tergangguh dengan “pencatutan” yang diklaim si penggugat aneh ini. Cari uang kok goblok!

    Reply to Budi
    • wannahave10

      on May 4, 2014, 23:45:58

      Haha…satir yg sangat meyakinkan…sampe2 bnyk yg ketipu dan malah marah2 sama redaksi… 😀 ini bukti nyata masih bnyk orang yg sok kritis…*makanya cerdas dikit ahhhh.

      Reply to wannahave10
      • Jane

        on May 5, 2014, 11:20:27

        @Wannahave10 mereka yang marah2 itu adalah orang-orang yang malas membaca, tahunya cuma baca JUDUL lalu komentar! orang Goblok teriak GOBLOOKK… *Ngakak Guling2*

        Reply to Jane
    • Budi Gunawan

      on May 5, 2014, 12:13:40

      Kita ikut gugat jg yuk Bud. Lumayan

      ckckckkc

      Reply to Budi
  • Komeng

    on May 5, 2014, 01:43:07

    [JAKARTA] mengekor keberhasilan gugatan ibu budi dan budi ke kemendikbud terhadap pembayaran royalti atas nama mereka yang di catut di buku sekolah, Bunga (18 th) dan Mawar (17) nama sebenarnya juga menuntut media-media yang mempublikasikan nama-nama mereka untuk segera meminta ma’af di halaman depan dan pembayaran ganti rugi atas pencemaran nama baik sebesar 17 trilyun Rupiah.

    Hotmen Pariss Hutapea selaku kuasu hukum Mawar dan Bunga mengatakan bahwa berkas tuntutan telah di sampaikan ke kantor polisi di Jakarta Pusat. “Kami selaku lawyer dari sudara BUnga dan Mawar, telah memasukkan berkas tuntutan kepada media-media yang selama ini menggunakan nama klien saya dalam laporan-laporan tindak kejahatan. Klien saya merasa dirugikan nama baiknya karena berita tersebut tidak benar dan tidak di dukung fakta” demikian dijelaskan oleh Hotma sambil bergegas menggandeng syahrini masuk ke mobil mewahnya.

    Reply to Komeng
  • malangsubpop

    on May 5, 2014, 06:39:56

    berita hoax kok ya serius banget komennya

    Reply to malangsubpop
  • monik

    on May 5, 2014, 08:14:16

    budi, ibu budi, bapak budi, kakak budi, adik budi……sekarang umur berapa?

    Reply to monik
  • Prisilia Tilaar

    on May 5, 2014, 10:12:44

    makanya Indonesia ngaak majumajuu.. wong org2nya aneh2,.. gituu ajaa ribett,, cari uang yang halall boo,, bisniss ke,, kerjaa ke,, maunyaa dapat uang instan.. capedeeee

    Reply to Prisilia
  • muchlisadhi

    on May 5, 2014, 12:35:09

    kepada para komentator yg terhormat, baca dulu yg benar, pahami kalimatnya.. ini berita tu pake gaya bahasa satire yaitu gaya bahasa yg dipakai dl kesusastraan untuk menyatakan sindiran thd suatu keadaan..

    jadi berita di atas itu bermaksud untuk menyindir bukan berita yg sebenarnya..

    maaf jika saya kesannya menggurui, cuma mau meluruskan aja..

    Reply to muchlisadhi
  • Eduard de Grave

    on May 5, 2014, 13:12:31

    lucu banget gan 😀

    Reply to Eduard
  • beukisnack

    on May 5, 2014, 17:00:57

    ia,,, suremmm,,, ngapain coba marah?
    pada malas baca semua,, indonesia indonesia,,,
    dasar jalma

    Reply to beukisnack
  • observer

    on May 5, 2014, 17:22:39

    POS ronda… 😀

    Reply to observer
  • donna evelyn

    on May 5, 2014, 17:58:51

    terlaaaalluuuu….???ha…ha…ha…budiii…budii….

    Reply to donna
  • Researcher

    on May 5, 2014, 18:37:30

    Prof. Aman Napuit : Gugatan Keluarga Budi Rekayasa Menutupi Sejarah

    Menurut Prof. Dr. Aman Napuit, M. Hum, sejarawan dan pakar semiotika fakultas Ilmu Budaya ITB,Permohonan Gugatan Keluarga Budi kepada Kemendikbud merupakan upaya pihak-pihak tertentu yang ingin menutupi sejarah dimasukkannya karakter “Budi” dalam pendidikan Bahasa Indonesia.

    Hasil penelitian sejarah Prof. Aman yang dipublikasikan dalam situs jurnal Sejarah “Comparative Studies in Medieval Society” menyimpulkan bahwa tokoh “Budi” asli yang dipakai untuk buku-buku terbitan balai pustaka adalah tokoh nyata keturunan Jerman-Indonesia yang bernama Elijah Budiman Weinberg. Dilihat dari namanya, tokoh tersebut mempunyai darah Yahudi yang membuktikan adanya konspirasi Yahudi dalam sejarah bangsa ini.

    Komen Hoax ini boleh disebarkan,dicopas ke FB,di broadcast BBM tanpa dicek kebenarnnya lebih dahulu, seperti yg biasa kita lakukan. Semoga bermanfaat :)

    Reply to Researcher
  • Noviaji Wibisono

    on May 5, 2014, 22:57:05

    Reblogged this on Webee Punya Cerita and commented:
    Semacam keadaan darurat..
    Para pembaca yang budiman, redaksi POS RONDA mendapatkan informasi bahwa keluarga Tuti dan Wati juga akan melayangkan permohonan gugatan atas perkara yang serupa.

    Tentunya, akan sangat memberatkan bagi pihak Kemendikbud apabila permohonan gugatan dikabulkan dan dimenangkan oleh pengadilan. Mengingat jumlah jilid buku dengan nama mereka, serta rentang waktu puluhan tahun, dikhawatirkan Kemendikbud bisa mengalami kebangkrutan.

    Di sisi lain, terdapat rumor bahwa Badu juga akan mengajukan tuntutan atas hak royalti nama, serta menuntut atas pencemaran nama baik. Tuntutan pencemaran nama baik diperkirakan akan dilayangkan karena selama ini Badu selalu menjadi tokoh antagonis di buku-buku pelajaran sekolah.

    Mengenai perkara atas nama Ani, perlu diketahui bahwa saudara Ani adalah adik dari Budi, dan redaksi mendapatkan laporan bahwa perkaranya sudah diikutsertakan dalam berkas-berkas keluarga Budi.

    Redaksi POS RONDA mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya atas perhatian para pembaca sekalian.

    Salam satir.

    Reply to Noviaji
  • Fotodeka

    on May 6, 2014, 01:29:45

    =)) *ngakak njempalik*
    bhahahaha… hassyuuuu beritaneeee

    Reply to Fotodeka
  • Dianky Amanda

    on May 6, 2014, 08:17:01

    Ajang cari duit adaaa aja ya….

    Reply to Dianky
  • Agus Hariya Saputra

    on May 6, 2014, 08:59:53

    sungguh terlalu ….. hal sepele dibesar2kan…

    Reply to Agus
  • Dhemitus Javanensis

    on May 6, 2014, 09:51:44

    bagaimana dengan iwan adik budi? ada yang peduli? ada yang membantu dia juga mendapatkan hak royalti? huh, dalam hal apapun selalu saja ada pihak-pihak yang termarjinalisasikan. kasihan iwan adik budi

    Reply to Dhemitus
  • wonderguitar

    on May 6, 2014, 11:03:03

    Tuhan, Nabi, dewa2 juga pasti nuntut ini. Secara buku mereka berabad2 dicetak ulang dan mereka gak pernah dapet royalti.

    Penerbitan juga parah sih.

    Reply to wonderguitar
  • dadang

    on May 6, 2014, 12:43:25

    Kenapa nama saya gak pernah dipake di buku2 itu… padahal nama dadang kan eksotis juga.. :(

    Reply to dadang
  • Adi basuki

    on May 6, 2014, 15:36:22

    Ada aja..sibudi sdh jdi kakek2..

    Reply to Adi
  • embunpijarabadi (Vena)

    on May 6, 2014, 20:59:13

    Lebih lucu komen yang marah2 😀

    Reply to embunpijarabadi
  • mantri pendidikan national

    on May 7, 2014, 00:28:51

    Malam ini pukul 23.30
    PN Jakarta Selatan resmi memenangkan gugatan Budi.
    Putusan tersebut antara lain:
    Mewajibkan Kemantrian Pendidikan Nas membayar ganti rugi sebesar seratus milyar rupiah kepada penggugat, dan masing-masing satu 10 milyar kepada seluruh warga Indonesia yang bernama Budi.
    Jumlah WNI bernama budi terdata sejumlah 4 juta orang.

    Reply to mantri
  • acceng

    on May 7, 2014, 11:50:18

    cuman nama umum aja di permasalahkan! budi anduk aja ngak ngak marah namanya di pakai! palingan politik

    Reply to acceng
  • malakuut

    on May 7, 2014, 13:01:29

    iblis juga protes namanya selalu disebut dalam menerangkan kejahatan. Mereka merasa dirugikan. Apalagi, pada setiap bulan puasa dikatakan dibelenggu. Akibatnya, namanya hancur. Setiap ada kejahatan disangkanya mereka yang melakukan. Bahkan pejabat korusi pun disebut atas godaan iblis. Padahal iblis tak tahu menahu ada pejabat berperilaku buruk.Tanpa digoda pun mereka korup. Mengapa bawa-bawa makhluk lain segara. Sekarang iblis sedang nyusun bahan-bahan untuk diajukan ke pengadilan…

    Reply to malakuut
  • Shanty

    on May 7, 2014, 14:05:21

    buakakakakkaka perlu dibahas di ILK nihh

    Reply to Shanty
  • Anak Budi Ma'

    on May 7, 2014, 15:44:44

    Hal seperti ini harus segera ditindak. Sampai kapan Indonesia tidak bisa menghargai jasa warga negaranya?
    Nama Budi bahkan pernah dikomersialkan di iklan 3 waktu mengundang MU. Masa’ kemendikbud yang sudah pakai nama Budi puluhan tahun gk menghargai sama sekali?

    Reply to Anak
  • Ribka

    on May 7, 2014, 16:09:59

    setelah di baca lagi, apakah ini sebuah sindiran thd perdebatan Fadli zon dan kivlan zen vs LSM menolak Lupa kasus penghilangan paksa tragedi Mei 98 ya? tulisan ini seperti satir ya.

    Reply to Ribka
  • widi

    on May 8, 2014, 07:47:30

    jadi pengin kenal dekat dengan si Budi deh…
    pengin nyumpal pakai kapur tulis plus penghapus yang bentuknya kaya bantal

    Reply to widi
  • sinta

    on May 8, 2014, 08:48:50

    Hahaha lucu yang marah-marah baru bisa baca kayaknya

    Reply to sinta
  • Tukang Pantau

    on May 8, 2014, 18:42:00

    wkwkwk…koplak

    Reply to Tukang
  • Kupliuk

    on May 8, 2014, 20:21:57

    Amir, Udin, Hasan juga jangan dilupakan. Goblok banget tuh pengacara. Tololnya ngga ketulungan. Muke lo kaya pantat kebooooooooo

    Reply to Kupliuk
  • setiadjit

    on May 9, 2014, 17:37:55

    Tuntutan yang aneh-aneh saja; Banyak orang punya nama Budi; Apakah lalu nama Budi harus diganti menjadi Jakson dan Mama Jakson;

    Reply to setiadjit
  • ario

    on May 12, 2014, 16:24:58

    berita satir emang bisa jadi hiburan dikala pulang kerja

    wkkkk

    Reply to ario
  • AA Kunto A

    on May 12, 2014, 18:07:49

    Saya berdoa untuk budi. Semoga setelah gugatannya dimenangkan, ia jadi menteri, jabatannya MendikBUDI… kependekan dari Menteri Adik Budi… ngantornya di tengah Jalan Jenderal Sudirman-Senayan.

    Reply to AA
  • Detta

    on May 12, 2014, 19:31:39

    http://posronda.net/disclaimer/
    POS RONDA adalah situs yang berisikan tulisan, artikel, dan cerita yang dibuat dan disusun sebagai KARYA FIKSI, bersifat SATIR, dan berfungsi sebagai HIBURAN.

    Reply to Detta
  • dragon (@gold_dragon_7)

    on May 12, 2014, 20:48:54

    kalau si pokijan santai2 aja tuh

    Reply to dragon
  • andi

    on May 13, 2014, 07:58:41

    Ini brita beneran apa boongan sih. Klo bener,ini udah ngacau x. Klo brita ni bener saya punya saran buat mendikbud,klo bikin nama dibuku plajaran sekolah baiknya pake aja nama binatang biar binatangnya gk iso nuntut….

    Reply to andi
    • Agung Widhi Prasetyo

      on May 21, 2014, 15:54:45

      masih bingung ini berita bener atau ga? wkwkwkkwk,, emang comment orang2 yang percaya berita ini lebih menghibur drpd berita ini sendiri, tp jg miris,,wkwkwkkwk

      Reply to Agung
    • mbalelo

      on May 31, 2014, 14:17:18

      nunut ngguyu disek yo… hahahaha

      Reply to mbalelo
  • Bubil

    on May 13, 2014, 13:11:03

    Lucuuuu beritanya…
    Lebih lucu lagi baca koment yg marah2 ampe bilang gob***, be** dll..

    Reply to Bubil
  • asambackpacker01

    on May 13, 2014, 22:05:25

    Ngakak habis.tahu pertama tadi ada yg posting berita kemenkominfo melawan virus mers di grup whatsapp, baru baca judulnya trus mulai deh banyak yg komen serius bahkan mencela tokoh yg ada disitu. Penasaran lalu baca isinya, mulai curiga deh. Langsung saya stop diskusi,awas ini parodi.lucu banget artikel golput sebagai pemenang pileg dan capresnya gandraf.kelihatan yg nulis sebenarnya paham tapi dicampur parodi jadi lucu. Dari wa tadi ketahuan kalo 80%sudah terpancing dari judul tanpa mencek isinya. Dan mungkin begitulah umumnya orang.

    Reply to asambackpacker01
  • mbalelo

    on May 31, 2014, 14:16:00

    Disclaimer
    POS RONDA adalah situs yang berisikan tulisan, artikel, dan cerita yang dibuat dan disusun sebagai KARYA FIKSI, bersifat SATIR, dan berfungsi sebagai HIBURAN.
    Seluruh tulisan, artikel, dan cerita dalam situs POS RONDA bersifat FIKTIF, atau TIDAK BENAR-BENAR TERJADI. Setiap kutipan maupun sumber dalam tulisan, artikel, dan cerita dalam situs kami adalah FIKTIF. Meskipun di POS RONDA terdapat penggunaan nama tokoh, individu, organisasi, tempat, peristiwa, dan gambar yang nyata dan sebenarnya, redaksi menegaskan sekali lagi bahwa apapun yang anda akan atau telah baca dalam situs ini merupakan KARYA FIKSI dan TIDAK PERNAH terjadi di dunia nyata.

    POS RONDA, dengan segala tulisan, artikel, dan cerita yang diterbitkan dalam situsnya, sama sekali tidak bermaksud untuk mencela, mencelakai, menjatuhkan, mendiskreditkan, ataupun merendahkan tokoh, individu, organisasi, tempat, atau peristiwa apapun. Penggunaan nama tokoh, individu, organisasi, tempat, peristiwa, atau gambar dalam situs ini baik TIDAK PERNAH DIKONFIRMASIKAN kepada yang bersangkutan, dan dengan demikian tidak untuk ditanggapi dengan serius sebagai kenyataan, baik berupa kutipan, sumber, subjek, maupun objek, di dalam tulisan, artikel, dan cerita dalam situs POS RONDA.

    Redaksi POS RONDA menyadari bahwa penulisan dan penerimaan karya satir merupakan hal yang rumit. Redaksi dan tim penulis berusaha sebaik mungkin dalam menyusun tulisan, artikel, dan cerita yang diterbitkan dalam situs POS RONDA, namun redaksi mengakui adanya ketidaksempurnaan dalam tulisan, artikel, dan cerita yang kemungkinan akan melukai perasaan individu atau organisasi tertentu. Redaksi POS RONDA meminta maaf sejak awal apabila hal tersebut terjadi, akan tetapi redaksi kembali menegaskan bahwa isi dari situs kami memang tidak untuk ditanggapi secara serius.

    POS RONDA adalah situs tulisan, artikel, dan cerita yang bersifat SATIR, dan penggunaannya hanya untuk HIBURAN semata. Redaksi POS RONDA meminta dan memperingatkan agar segala tulisan, artikel, dan cerita yang bersumber pada situs ini, agar TIDAK dijadikan dasar berita atau kabar faktual. Penggunaan tulisan, artikel, dan cerita yang diterbitkan di POS RONDA, oleh pihak selain redaksi atau tim penulis POS RONDA, untuk dijadikan dasar berita atau kabar faktual, merupakan tindakan yang mencerminkan KEBODOHAN MURNI, dan redaksi POS RONDA tidak bertanggung jawab atas segala reaksi dan konflik yang terjadi atas kebodohan tersebut.

    Terima kasih atas kesediaan dan kesabaran anda dalam membaca DISCLAIMER ini.

    Salam Satir,

    Redaksi POS RONDA

    Reply to mbalelo
  • it's me

    on June 2, 2014, 21:23:45

    Wkwkwkwk… serius gan marah2nya?
    Anyway.. salut bgt dgn cara pengemasanny, bahasa yg digunakan formal bangeeeeet… bikin ngga smua org bs mencerna dgn baik isiny… 😀

    Reply to it's
  • Bukan Budi apalagi Ibu maupun Bapaknya Budi

    on June 3, 2014, 16:55:46

    Bapak M.Nuh telah melihat dan mencermati berita ini. Maka beliau memutuskan untuk menghapus nama Budi dari kurikulum pendidikan di Indonesia.
    Tekape : http://www.republika.co.id/berita/pendidikan/eduaction/14/05/29/n6ca07-m-nuh-tak-ada-lagi-budi-di-buku-sd
    Goddbye Budi :’) You are a legend for us :’)

    Reply to Bukan
  • alytera

    on June 6, 2014, 04:57:54

    Sejak lama, suka saja baca kisah aneh di sini

    Reply to alytera
  • herlina

    on June 9, 2014, 19:36:45

    Ibu budi punya 3 anak,
    anak ke 1 namanya wati,
    anak ke 2 namanya iwan,
    siapakah nama anak yg ke-3 ? 😀

    Reply to herlina
  • Kang Ngamen

    on May 10, 2016, 09:10:43

    tolong dong.. foto rockison ginting dan kontaknya, saya sebagai kepala paguyuban cicak rumah (PACAR) juga akan menggugat pemprov DKI atas banyaknya penggusuran rumah. Emang manusia saja yang tergusur? Kami para cicak rumah pun harus mencari rumah baru, Pemprov DKI tidak membeikan solusi!! Hidup Cicak Rumah!!

    Reply to Kang


FOLLOW US

ARTIKEL LAWAS