Iklan
LATEST TWEET

Beri Selamat Megawati, Bush Salah Alamat ke India

April 16, 2014       Internasional, Pemilu 2014, Politik      
Bush bertemu Megawati (saat itu menjabat presiden) di Denpasar, Bali, pada kunjungan pertamanya ke Indonesia tahun 2003.

Bush bertemu Megawati (saat itu menjabat presiden) di Denpasar, Bali, pada kunjungan pertamanya ke Indonesia tahun 2003. (photo courtesy behance.net)

JAKARTA, POS RONDA – Mantan Presiden Amerika Serikat (AS), George W. Bush, bermaksud mengucapkan selamat kepada Megawati Soekarnoputri, Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), atas kemenangan partainya di pemilu legislatif 2014. Meskipun hasil penghitungan KPU belum selesai, namun ada konsensus tidak formal melalui hitung cepat yang menerima bahwa PDIP meraih suara terbanyak.

Beberapa tokoh dan perwakilan internasional dikabarkan telah mengucapkan selamat kepada Megawati dan PDIP, salah satunya adalah mantan perdana menteri Malaysia, Mahatir Mohammad pada hari Senin (14/4) lalu. Sebagai mantan presiden AS, Bush juga tidak mau ketinggalan.

Ucapan selamat Bush sempat salah alamat. Alih-alih menelepon Megawati, Bush menghubungi Sonia Gandhi, Presiden Partai Kongres Nasional India (INC), mengucapkan selamat atas kemenangan di pemilu. Rupanya dalam pikiran Bush saat itu, Indonesia tertukar dengan India.

Sonia Gandhi, presiden Partai Kongres Nasional India, istri mendiang Rajiv Gandhi, mantan PM India. {photo courtesy Forbes.com)

Sonia Gandhi, presiden Partai Kongres Nasional India, istri mendiang Rajiv Gandhi, mantan PM India. {photo courtesy Forbes.com)

Pejabat tinggi INC Rahul Gandhi, yang juga merupakan putra dari Sonia, berkomentar kepada pers bahwa ibunya sempat kebingungan menerima ucapan selamat dari Bush. Seperti diketahui India juga menyelenggarakan pemilu nasional pada tahun ini, namun proses pemungutan suara di India baru akan berakhir 12 Mei 2014 nanti.

“Saya bisa katakan bahwa Mantan Presiden Bush memang menghubungi kami kemarin (15/4). Beliau mengucapkan selamat karena kami memenangkan pemilu.” ujar Rahul seperti yang dikutip dalam India Unreal Times. “Awalnya kami sempat kebingungan, tapi kami cepat sadar bahwa yang dimaksud oleh Bush adalah soal pemilihan umum di Indonesia, bukan India.” jelasnya.

Meski demikian, Rahul menganggap bahwa kekeliruan Bush akan disikapi partainya dengan sikap yang positif.

“Kami anggap itu sebagai harapan bahwa kami akan memenangkan kembali pemilihan umum di negeri ini.” kata Rahul dengan optimis.

Saat dimintai konfirmasi oleh POS RONDA melalui surat elektronik, Tom Parks, juru bicara mantan presiden Bush, membenarkan kejadian tersebut. Dalam tulisannya, Parks mengatakan bahwa Bush sudah meminta maaf kepada Sonia Gandhi dan pihak INC juga tidak mempermasalahkan hal tersebut.

“(Mantan) Presiden Bush menyesalkan kejadian tersebut dan telah meminta maaf. Pihak INC juga tidak mempermasalahkan kejadian ini, bahkan berterima kasih kepada Presiden Bush karena sudah menghubungi mereka. Mengenai ucapan selamat kepada Nyonya Megawati Soekarnoputri, Presiden Bush sudah menghubungi dan menyampaikan selamat kepada beliau. Ini merupakan cara Presiden Bush menjaga hubungan baik dengan tokoh-tokoh yang pernah menjadi kepala negara dan pemerintahan di masa yang sama dengan dirinya.” tulis Parks dalam surat balasan kepada POS RONDA.

Seorang narasumber dari PDIP juga telah mengonfirmasi adanya komunikasi antara Bush dan Megawati mengenai ucapan selamat. Sayangnya, narasumber yang tidak mau disebutkan namanya tersebut juga tidak mau menceritakan lebih lanjut isi pembicaraan antara Bush dan Megawati, juga mengenai apakah pembicaraan tersebut juga menyangkut soal Joko Widodo atau Jokowi, calon presiden dari PDIP.

Sebagai presiden AS, Bush pernah dua kali melakukan lawatan ke Indonesia. Kunjungan pertama Bush adalah pada tahun 2003 di Denpasar, Bali, di mana ia bertemu dengan presiden Indonesia saat itu, Megawati Soekarnoputri. Dalam kunjungan kedua, Bush bertemu dengan presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Bogor pada tahun 2006.

Setelah menyelesaikan jabatan sebagai presiden AS, Bush lebih sering menghabiskan waktunya di rumahnya di Dallas, Texas. Bush hanya tampil di publik sesekali, biasanya untuk acara bincang-bincang. Kegiatan besar terakhir Bush adalah pendirian Clinton-Bush Haiti Fund pada tahun 2010, organisasi non-profit yang didirikannya bersama mantan presiden AS Bill Clinton. Organisasi Clinton-Bush didedikasikan bagi rakyat Haiti yang negaranya hancur akibat gempa bumi pada tahun 2010.

Bush berpidato dalam forum APEC di Australia tahun 2007. Kesalahannya dalam berpidato mengukuhkan reputasinya sebagai presiden yang sering selip lidah. (photo courtesy whitehouse.archives.org)

Bush berpidato dalam forum APEC di Australia tahun 2007. Kesalahannya dalam berpidato mengukuhkan reputasinya sebagai presiden yang sering selip lidah. (photo courtesy whitehouse.archives.org)

Kekeliruan dalam menyebutkan nama negara dan organisasi bukan pertama kali ini terjadi menyangkut Bush. Pada pertemuan forum kerjasama negara-negara Asia-Pasifik (APEC )di Australia tahun 2007, Bush dalam pidato terimakasihnya kepada Perdana Menteri John Howard sempat keliru dan tertukar antara Australia dengan Austria, kemudian APEC dengan OPEC. Meskipun kesalahan ini kemudian dikoreksi oleh Bush, insiden tersebut mengukuhkan reputasi Bush dikenal sebagai presiden yang sering selip lidah. Di AS sendiri, kumpulan kesalahan pidato Bush sering disebut sebagai Bushism. (sha01)

Iklan

posronda

Other posts by


FOLLOW US

ARTIKEL LAWAS