Iklan
LATEST TWEET

Slogan Dahlan Disalahartikan, dari Pencak Silat hingga Mobil Listrik

April 15, 2014       Politik      
Slogan iklan Dahlan Iskan, "Das des set set wuet", ternyata banyak disalahartikan oleh masyarakat. Respon tersebut membuat Dahlan mengevaluasi kembali slogan ini.

Slogan iklan Dahlan Iskan, “Das des set set wuet”, ternyata banyak disalahartikan oleh masyarakat. Respon tersebut membuat Dahlan mengevaluasi kembali slogan ini.

JAKARTA, POS RONDA – Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (Meneg BUMN) Dahlan Iskan memutuskan untuk mengevaluasi kembali slogan yang digunakan dalam iklan yang mempromosikan dirinya. Iklan Dahlan yang dibuat dalam usaha untuk memenangkan Konvensi Partai Demokrat tersebut menampilkan kalimat ‘Das des, set set wuet’ sebagai slogan yang mewakili dirinya.

Berbicara kepada POS RONDA di gedung Kementerian BUMN hari ini (15/4), Dahlan mengaku bermaksud menunjukkan kualitas kerja cepat dan tepat sasaran dengan slogan tersebut. Namun, ternyata pesan yang disampaikan oleh slogan tersebut sering tidak tepat sasaran dan disalahartikan.

“Ternyata slogan itu tidak mendapat respon sesuai yang saya harapkan.” ujar Dahlan. “Lebih sering orang-orang tidak mengerti apa maksudnya, dan menerjemahkannya ke sesuatu yang berbeda.”

Dahlan menggunakan slogan tersebut karena unik. Di saat peserta konvensi yang  lain menggunakan jargon-jargon yang bersifat megah dan muluk, Dahlan menyatakan dirinya berusaha untuk lebih membumi. Nyatanya, slogan tersebut malah membuat Dahlan dikira mengiklankan perguruan pencak silat baru, hingga pabrik mobil listrik.

“Orang-orang kemudian menelpon saya, ‘Pak Dahlan, selamat ya, saya dengar mendirikan perguruan pencak silat! Das des set set wuet!’.  Kalau sudah begini ‘kan berarti salah menerima pesan.” keluh Dahlan. “Ada juga yang mengucapkan selamat, sudah mendirikan pabrik mobil listrik. Karena mereka menganggap ‘das des set set wuet’ itu seperti mobil listrik. Itu hanya dua dari sekian banyak.” tambahnya sambil tertawa.

Mengenai slogan Dahlan, pakar komunikasi politik dari Universitas Jayabangsa Indonesia (UJI), Yekti Hasroel Santoso, berkomentar bahwa slogan yang digunakan bersifat ambigu.

“Memang harus diakui, iklan ‘das des’ itu unik. Masalahnya, itu sifatnya sangat ambigu karena tidak berupa kata-kata sama sekali. Saya tidak heran apabila banyak yang menyalahartikan slogan itu.” kata Yekti.

Yekti menambahkan apabila Dahlan tetap ingin slogan yang membumi namun tetap sederhana, sebaiknya menggunakan satu kata yang mudah namun diulang-ulang.

“Sebetulnya Dahlan Iskan sudah punya persona dan slogan ‘kerja, kerja, kerja’. Saya tidak tahu itu slogan resmi atau tidak, tapi seharusnya itu yang dipakai oleh Dahlan sejak awal.” ujar Yekti.

Konvensi Partai Demokrat, semakin tidak jelas nasibnya disebabkan oleh perolehan suara partai yang anjlok. (photo courtesy liputan6.com)

Konvensi Partai Demokrat, semakin tidak jelas nasibnya disebabkan oleh perolehan suara partai yang anjlok. (photo courtesy liputan6.com)

Dahlan Iskan ikut serta dalam Konvensi Partai Demokrat yang ditujukan untuk memilih calon presiden dari partai tersebut. Dahlan adalah salah satu calon, bersaing dengan sejumlah nama besar  antara lain Gita Wirjawan, Dino Patti Jalal, Anies Baswedan, Pramono Edhie Wibowo, Irwan Gusman, Marzuki Alie, dan Endriartono Sutanto.

Gita, Dino , dan Irwan diketahui telah menayangkan iklan di media televisi. Gita yang sempat beriklan cukup gencar tidak mau membuka besar biaya kampanye, namun ada pihak yang memperkirakan bisa mencapai angka hingga Rp 1 milyar per hari.

Sama seperti Gita, Dahlan juga tidak membuka berapa jumlah biaya untuk pembuatan iklan tersebut, namun mengaku bahwa dirinya tidak akan membuat iklan baru.

“Untuk apalah iklan baru? Cukup ah. Kalau hasilnya (pemilu) sudah begini, tinggal tunggu saja hasil konvensi nanti.” ujar Dahlan.

Dengan perkiraan suara Partai Demokrat yang turun drastis pada pemilu legislatif tahun ini, akan sangat sulit bagi partai tersebut untuk mengajukan calon presiden. Sejumlah pengamat menganalisis bahwa Partai Demokrat hanya akan mampu mengajukan calon wakil presiden.

Kondisi ini kemudian menimbulkan pertanyaan apakah Konvensi Partai Demokrat yang bertujuan untuk mencari calon presiden masih relevan. Hingga saat ini kabar yang beredar masih simpang-siur apakah konvensi akan dihentikan atau diteruskan. (sha01)

Iklan

posronda

Other posts by

4 Responses

  • NyatNyut.com

    on May 21, 2014, 07:43:19

    Awas… ntar Pos Ronda kena somasi lagi :v

    Reply to NyatNyut.com
  • taufik

    on May 21, 2014, 22:25:09

    jadi pengen ketemu ama editor artikelnya :v……goooooddd job bgt hahaha

    Reply to taufik
  • Vincenzo Wixon

    on July 2, 2014, 13:15:39

    I have to tell you that it’s hard to find your
    articles in google, i found this one on 14 spot, you
    should build some quality backlinks in order to rank your page,
    i know how to help you, just search in google – k2 seo tips

    Reply to Vincenzo
  • Rosalinda

    on August 31, 2014, 11:47:22

    I read a lot of interesting posts here. Probably you spend
    a lot of time writing, i know how to save you a lot of work,
    there is an online tool that creates high quality, google friendly posts in minutes, just search in google
    – laranitas free content source

    Reply to Rosalinda

FOLLOW US

ARTIKEL LAWAS