Iklan
LATEST TWEET

Partai Golput Nyatakan Kemenangan, Siapkan Calon Presiden

April 10, 2014       Uncategorized      
Bendera putih, simbol dan ikon yang menjadi andalan simpatisan Partai Golput. (photo courtesy of islamedia.web.id

Bendera putih, simbol dan ikon yang menjadi andalan simpatisan Partai Golput. (photo courtesy of islamedia.web.id

JAKARTA, POS RONDA – Untuk pertama kalinya dalam lima tahun terakhir, Indonesia telah melangsungkan pemilihan umum legislatif kemarin (9/4). Pemungutan suara dilangsungkan di seluruh Indonesia semenjak pagi hari dan berakhir pada pukul 13.00 WIB. Hasil penghitungan cepat (quick count) dari pemungutan suara kemudian disampaikan oleh berbagai lembaga survei dan partai politik, termasuk POS RONDA yang bekerja sama dengan lembaga survei dan penghitungan global, Monte Cristo Counting (MCC).

Konsensus tidak tertulis dalam hasil penghitungan cepat yang dilakukan oleh berbagai survei menempatkan Partai Demokrasi Indonesia-Perjuangan (PDIP) sebagai pemenang pemilu, Partai Golkar di urutan kedua, dan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) di tempat ketiga. Persaingan ketat terjadi antara Partai Demokrat dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), yang bergantian menempati peringkat 4 dan 5 tergantung dari hasil quick count dari lembaga yang mengeluarkan datanya.

Penghitungan cepat yang dilakukan oleh POS RONDA dan MCC memiliki hasil yang berbeda. Metode penghitungan cepat POS RONDA-MCC menghitung seluruh suara, baik suara rusak dan suara tidak terpakai, kemudian memasukkan mereka ke dalam suara Partai Golput. Dalam hitung cepat ini, yang menempati peringkat pertama adalah Partai Golput yang mendapatkan 25 persen total suara, diikuti dengan PDIP, Partai Golkar, dan Gerindra. Berikut ini hasil dari penghitungan cepat yang dilakukan oleh kerjasama POS RONDA dan MCC, dimulai dari perolehan suara terbesar:

  1. Partai Golput – 25 persen dari total suara.
  2. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) – 12,4%
  3. Partai Golkar – 11,7%
  4. Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) – 10,3%
  5. Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) – 7,6%
  6. Partai Demokrat – 7,5%
  7. Partai Amanat Nasional (PAN) – 6,4%
  8. Partai Keadilan Sejahtera (PKS) – 6,2%
  9. Partai Nasdem – 4,5%
  10. Partai Persatuan Pembangunan (PPP) – 4,2%
  11. Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) – 3,6%
  12. Partai Bulan Bintang (PBB) – 0,5 %
  13. Partai Kesatuan dan Persatuan Indonesia (PKPI) – 0,1 %

 Ketua Umum Partai Golput Abdul Marangsang menyambut gembira hasil hitung cepat ini. “Luar biasa ini pencapaian kami. Lebih tinggi dibandingkan partai-partai lain. Kami sudah yakin akan menang sebelumnya, dan kini keyakinan kami terbukti.” ujar Abdul.

Abdul mengungkapkan bahwa pada pemilu sebelumnya di tahun 2009, jumlah suara Partai Golput sebenarnya berjumlah lebih banyak dari perolehannya tahun ini. Namun, pada saat itu Partai Golput belum diakui secara luas. “Kini memang suara kami berkurang, mungkin karena ada Jokowi, Prabowo, dan Rhoma Irama. Tapi kami tidak akan mengeluh karena suara kami masih yang terbesar” tambah Abdul.

Bila suara dari hasil penghitungan KPU benar-benar mencapai 25 persen, maka Partai Golput berhak mengajukan calon presiden dan wakil presiden sendiri, sebuah keistimewaan yang tidak didapatkan partai-partai lain yang terpaksa harus berkoalisi untuk mengajukan calonnya masing-masing.

Menanggapi posisi tersebut, Abdul ternyata mengatakan sudah siap dengan figur calon presiden yang akan diusung oleh Partai Golput.

“Calon presiden dari Partai Golput, saya yakin akan membawa Indonesia menjadi lebih baik daripada kondisi saat ini.  Figur kami sudah lama terkenal sebagai salah satu pemimpin gerakan demokrasi. Dia yang berhasil membuat rakyat jelata yang tinggal di hutan-hutan mengakhiri kekuatan Orde Baru Soeharto dengan membuang mustika cendana Soeharto ke dalam kawah Gunung Merapi.” tutur Abdul.

Lebih jauh lagi, Abdul mengatakan, “Memang bisa dibilang mistis. Tapi tokoh kami ini juga figur internasional. Dia pernah membawa negara-negara di tengah bumi meraih kedaulatannya, menjadikan bangsa-bangsa berdaulat di tanahnya sendiri. Bersama pemimpin bangsa-bangsa lain, beliau juga pernah menjadi panglima tinggi dalam usaha memerangi kejahatan.”

Gandalf sang Penyihir Putih. Calon presiden dari Partai Golput. (photo courtesy of Wikipedia.org)

Gandalf sang Penyihir Putih. Calon presiden dari Partai Golput. (photo courtesy of Wikipedia.org)

Saat ditanya mengenai identitas figur pemimpin tersebut, Abdul dengan lantang menjawab, “Calon presiden dari Partai Golput, Gandalf sang Penyihir Putih!”

“Lihat jenggotnya, panjang, putih, dan bijaksana. Pakaiannya putih-putih, pakaian para nabi, suci bagaikan simbol Tuhan.” tambah Abdul seraya menunjukkan foto sang figur, Gandalf. “Beliau inilah sang Satria Piningit! Tidak salah lagi! Bersama Pak Gandalf, kita semua akan bersatu. Indonesia akan bersatu. Kita akan maksimalkan kekuatan magis bangsa Indonesia.”

Abdul menyatakan bahwa Partai Golput sudah bulat mendukung Gandalf sang Penyihir Putih untuk menjadi calon presiden. Meski demikian, Abdul juga mengakui belum mempertimbangkan siapa yang akan menjadi pendamping Gandalf sebagai wakil presiden dan akan mendiskusikannya terlebih dahulu pada rapat internal Partai Golput.  (nos/adh/sha01)

Iklan

posronda

Other posts by

no Respond

  • Tomche

    on April 14, 2014, 16:13:37

    Gandalf terlalu lama di luar negeri, apakah dia mampu memahami permasalahan sesungguhnya di Indonesia? Jangan lupa bahwa Pak Gandalf ini dulu berasal dari aliran Abu-Abu sebelum akhirnya berubah menjadi putih.
    Terutama Gandalf punya rekam jejak yang kurang baik, suka bepergian diam-diam ketika rakyat kebingungan, dan tiba2 membawa lelaki-lelaki kekar berkuda ketika peperangan mencapai puncaknya.

    Bagaimana dengan ibu Negara? Pak Gandalf ini dari dulu tidak pernah terdengar punya hubungan dengan siapapun (Laki maupun Perempuan)…

    Saya lebih condong ke Kelinci Putih di Alice in Wonderland untuk menjadi Capres

    Reply to Tomche
    • Joni

      on April 14, 2014, 21:22:42

      Kelinci putih juga terlalu lama di dunia fantasi, sibuk banyak urusan disana, tampangnya juga imut nanti kalo dia kepilih yg ada negara kita terlalu unyuu gampang di intimidasi sama negara lain. mending mr krab aja yg jadi capres. dibandingkan gandalf sama kelinci putih visinya lebih jelas, duit. mungkin dia bisa bikin pengiritan di APBN kalo diliat dari rekam jejak si mr krab yang pelitnya minta ampun. yg jelas kemungkinan korupsi di pegawai pemerintahan bakal kurang kalo mr krab jadi presiden. dia ga akan ngebiarin orang lain selain dia pegang duit negara nantinya,

      Reply to Joni
  • Mang Dugong

    on April 14, 2014, 20:09:38

    Hmm… Saya agak kurang setuju kalau si Kelinci Putih yang menjadi capres. Begini, meskipun saya akui kalau Pak Gandalf memang punya kekurangan, tapi dari segi visi dan misi dia punya arah yang jelas: melawan kejahatan. Ini penting dibandingkan si Kelinci Putih yang tidak punya visi, misi, atau program sama sekali. Berubah dari abu-abu ke putih bukan sesuatu hal yang negatif, melainkan menegaskan posisi. Lebih baik putih daripada hitam.

    Kemudian, soal hubungan Pak Gandalf itu urusan personal. Biarkan saja. Ingat kata Anggun, “laki-laki atau perempuan itu sama, yang penting setia.”

    Sekarang kita lihat lagi dari figur seorang pemimpin. Betul bila dikatakan bahwa Pak Gandalf itu kharismatik. Jenggotnya itu lho, jenggotnya! Saat berbicara, Gandalf bisa berbicara dengan lantang dan bersuara bijaksana, sementara saya rasa Bung Kelinci Putih tidak punya kualitas itu.

    Gandalf lebih pantas menjadi capres. Hidup Pak Gandalf…!!!

    Reply to Mang
  • adrianpradana

    on April 15, 2014, 20:25:00
  • ervan1234

    on April 17, 2014, 14:19:09

    Reblogged this on ERFAN and commented:
    😀

    Reply to ervan1234
  • Evan Saap (@evsaap)

    on May 20, 2014, 06:42:06

    Kalau Bawang Putih saja gimana? Dia bisa jadi presiden wanita kedua di Indonesia. Bawang Putih itu baik hati, tidak sombong, rajin menabung, dan jago memasak.

    Reply to Evan
  • Sontoloyo

    on May 21, 2014, 16:52:35

    Gandalf ya…
    Hmmm,,, saya setuju saja gandalf yang capres..
    Tapi untuk wacapresnya lebih baik cari orang yang ngerti soal perang,,, ya menurut saya paling cocok xena.

    Dia bisa jadi wapres wanita pertama di indonesia..

    Reply to Sontoloyo
  • Mahalanang

    on May 22, 2014, 16:02:35

    Partai Golput ini memang sedang menanjak-menanjaknya. Persis yang terjadi dengan Partai Demokrat pada Pemilu 2004 dan 2009. Dengan perolehan suara yang mencapai 25%, tentu partai yang tak berlambang ini bisa mengusung calon presidennya sendiri. Dengan banyaknya tokoh-tokoh potensial di dalam tubuh partai putih itu, tentu akan sulit menemukan capres yang dapat diterima seluruh kader partai. Namun dari hasil konvensi Partai Golput beberapa waktu lalu, capres yang bakal diusung mengerucut ke tiga nama tadi.

    Namun yang perlu diperhitungkan publik adalah adanya laporan bocoran dokumen rahasia milik Badan Intelejen Pusat Amerika Serikat (CIA) yang disinyalir isinya telah dibocorkan oleh pihak internal. Laporan tersebut menyebut adanya peluang besar monster laut yang disebut dengan code name: KAIJU dalam beberapa tahun mendatang akan menyerang dan memusnahkan umat manusia.

    Atas dasar itu, pemimpin besar yang berpengalaman diramalkan akan muncul dan bercahaya menyilaukan mata. Pemimpin besar itu pandai berkuda. Semua ciri-ciri ini ada pada Bapak Gandalf. Dirinya dahulu pernah menyelamatkan umat manusia dari kepunahan. Semoga kali ini Pak Gandalf kembali menyelamatkan kita.

    Reply to Mahalanang
  • 4121

    on May 25, 2014, 07:23:38

    Kalau pak Gandalf jadi capres, wacapresnya wajib pak Arragorn. tegas, tanpa tendeng aling-aling. hebat, tak kenal menyerah.

    Reply to 4121

FOLLOW US

ARTIKEL LAWAS