Iklan
LATEST TWEET

Impor Dokter Jiwa, Rumah Sakit Siap Layani Caleg Kalah

April 08, 2014       Uncategorized      
Seorang demonstran memainkan peran caleg yang sakit jiwa dalam sebuah unjuk rasa. (photo courtesy of Radar Jatim)

Seorang demonstran memainkan peran caleg yang sakit jiwa dalam sebuah unjuk rasa. (photo courtesy of Radar Jatim)

 

JAKARTA, POS RONDA – Satu hari menjelang pelaksanaan Pemilu Legislatif 2014, sejumlah Rumah Sakit Umum (RSU) dan Rumah Sakit Jiwa (RSJ) berada dalam kondisi siaga satu. Kamar-kamar rawat inap mulai dikosongkan dan dipersiapkan untuk menerima gelombang pasien yang membutuhkan perawatan, yakni para calon anggota legislatif (caleg) yang tidak berhasil mendapatkan kursi di pusat maupun daerah pemilihan masing-masing.

RSJ Soeharto Heerdjan yang berlokasi di Grogol, Jakarta Barat, telah memberikan keterangan bahwa institusi lebih memilih melakukan upaya preventif dengan adanya unit Mental Health Check-up sejak tahun 2004, namun juga menyatakan siap jika calon pasien ingin menyewa kamar VIP dengan segala fasilitasnya.

Laporan dari berbagai daerah seperti Bantul, Bogor, Bojonegoro, Lampung, Makassar, Medan, Palembang, dan Solo menunjukkan bahwa kesiapan yang sama juga dinyatakan oleh sejumlah rumah sakit jiwa milik swasta maupun pemerintah daerah.

Kondisi ini diperkirakan akan terjadi di seluruh penjuru Indonesia, dan rumah-rumah sakit berlomba-lomba memberikan layanan dan fasilitas bagi para calon pasien. Layanan dan fasilitas tersebut beragam, dari kamar standar hingga kamar soliter mewah dengan dinding berisi bulu angsa yang dilapis beludru, sampai dengan makanan-makanan mewah namun sehat dan bernutrisi – seperti daging Wagyu impor yang dihasilkan oleh sapi-sapi terdidik dari Jepang.

Tidak berhenti sampai di situ, beberapa rumah sakit juga menyatakan telah mendatangkan sejumlah tenaga ahli kejiwaan ternama dari luar negeri. Rumah Sakit Internasional Cornelis Chastelein (RSCC) yang berlokasi di Depok, Jawa Barat, mendatangkan Prof. Tomo Dachibara dari Tokyo, Jepang. Direktur RSCC, Dr. Teguh Hendriaman, mengatakan bahwa Dachibara diundang ke Indonesia sebagai bagian dari layanan rumah sakitnya.

“Rumah sakit kami memang mendatangkan dokter dari luar (negeri). Pertimbangannya ada beberapa, salah satunya kami kekurangan tenaga ahli untuk masalah kejiwaan, dan kami ingin pasien mendapatkan layanan yang terbaik dengan mendatangkan ahli berkelas internasional. Selain itu, kami juga menjamin Profesor Dachibara bisa melakukan penelitiannya di Indonesia.” papar Teguh.

Berapa biaya yang harus dikeluarkan bila berkonsultasi dengan Dachibara? Sayangnya pihak RSCC menyatakan hanya pasien dan keluarganya yang boleh mengetahui dan tidak bersedia untuk menjawab.

Saat dimintai keterangan dan alasannya datang ke Indonesia, Dachibara yang merupakan peneliti di Institute of Psychiatry mengakui bahwa tujuan utamanya datang ke Indonesia adalah untuk melakukan penelitian di bidang kejiwaan yang berkaitan dengan politik. Menurutnya, para pelaku politik di Indonesia adalah subjek penelitian yang menarik.

“Meneliti di Indonesia sangat menarik. Di negeri saya juga ada politisi yang hilang akal setelah kalah dalam pemilihan, tapi menurut data kami di Indonesia jumlahnya banyak sekali.” ujar Dachibara. “Apabila penelitian saya selesai, ini seperti mendobrak sesuatu, bisa disamakan skalanya dengan penelitian Sigmund Freud lebih dari seabad lalu. Saya bersemangat sekali.” lanjutnya.

Kebijakan mendatangkan ahli kejiwaan dari luar negeri tidak hanya dilakukan oleh RSCC. RSJ Jatilan Kramat di Magelang, misalnya, sudah mengumumkan kedatangan Prof. Nugroho Subekti Asmorowiloto, pakar psikiatri politik paling ternama dari Amerika Serikat. Berbeda dengan RSCC, RSJ Jatilan Kramat membuka biaya yang harus dikeluarkan pasien bila berkonsultasi dengan Nugroho. Tidak tanggung-tanggung, biayanya 20 juta rupiah per jam.

Selain nama Dachibara dan Nugroho yang didatangkan ke Indonesia, terdapat pula nama para pakar kejiwaan internasional seperti Prof. Park Kyun-Han dari Korea Selatan dan Prof. Albert McFanahey dari Inggris. Keempat nama ini diperkirakan baru merupakan awal dari kedatangan puluhan para pakar dunia di bidang kejiwaan ke Indonesia. Menurut penelusuran POS RONDA, dana untuk penelitian dengan subjek para caleg gagal mengucur dengan deras dari berbagai negara-negara maju di benua Asia, Eropa, dan Amerika. Kabarnya pada akhir tahun ini akan diselenggarakan seminar internasional mengenai psikiatri politik di Singapura.

Dari dalam negeri sendiri, dana yang disiapkan untuk perawatan caleg yang menjadi pasien rumah sakit juga tidak kecil. Komisioner Auditing KPU, Johan Marisam, mengonfirmasi bahwa hampir seluruh partai politik dalam laporan dana kampanyenya mencantumkan anggaran psikologi dan kesehatan jiwa sebagai bagian dari biaya tidak terduga.

“Beberapa partai besar, bahkan anggarannya hingga mencapai Rp. 12 Milyar.” ujar Johan. (nos/sha01)

=========



Nantikan laporan wawancara eksklusif dengan Prof. Nugroho Subekti Asmorowiloto, PhD, Mp., MM., Sp.P. oleh responden POS RONDA di Michigan, Amerika Serikat, mengenai kedatangan dirinya ke Indonesia, bidang psikiatri politik, dan hubungannya dengan kondisi politik di tanah air.



 

 

 

Iklan

posronda

Other posts by

3 Responses

FOLLOW US

ARTIKEL LAWAS