Iklan
LATEST TWEET

Indeks Korupsi Terbaru: Parpol Peserta Pemilu 2014 Dinyatakan Bersih!

April 07, 2014       Uncategorized      
Survei politik: Kegiatan harian dari berbagai LSM dan lembaga survei pada masa-masa berlangsungnya pemilu.

Survei politik: Kegiatan harian dari berbagai LSM dan lembaga survei pada masa-masa berlangsungnya pemilu.

JAKARTA , POS RONDA – Dua hari menjelang pemilu legislatif, lembaga swadaya masyarakat Garda Reaksioner Nusantara (GARANUS) mengeluarkan data indeks korupsi terbaru yang berkaitan dengan partai-partai politik di Indonesia.

Ketua Harian GARANUS, Thomas Paranginan, survei dan analisis indeks korupsi yang dilakukan oleh GARANUS menggunakan perhitungan berdasarkan metode terbaru yang disebut sebagai Golman Corruption Index (KCI).

“Survei dan analisis kami menggunakan metode Golman. Ini adalah metode terbaru yang paling akurat dalam menganalisis dan menyortir data-data korupsi, karena memang diperuntukkan untuk mengukur partai politik.” ujar Thomas.

Thomas juga mengedepankan bahwa dikarenakan metode yang cukup radikal ini, analisis yang dihasilkan bisa jadi cukup berbeda dengan survei-survei yang diterbitkan oleh lembaga-lembaga lain. Angka indeks dimulai dari 1 (minimal) hingga 10 (terburuk) Berikut ini indeks korupsi partai politik yang dikeluarkan oleh GARANUS, dimulai dari yang terburuk:

  1. Partai Uni Serikat Indonesia (PUSI). Angka indeks 6,2.
  2. Partai Musyawarah Nasional (PARMUNA). Angka indeks 6,0.
  3. Partai Kepedulian Masyarakat (PAKEM). Angka indeks 5,2.
  4. Partai Kemaslahatan Umat (PAKU). Angka indeks 4,6.
  5. Partai Integrasi Kemakmuran Indonesia dan Rakyat (PIKIR). Angka indeks 4,1.
  6. Partai Pergerakan Enam Belas Juli (PANJUL) Angka indeks 3,8.
  7. Partai Orde Reaksioner Indonesia (PORI). Angka indeks 3,5.
  8. Partai Kerukunan dan Teladan Indonesia (PAKTANI). Angka indeks 3,3.
  9. Partai Reformasi Nasional (PARNO). Angka indeks 2,9.
  10. Partai Kerukunan dan Bintang Untuk Kedamaian (PAKBUK). Angka indeks 2,4.
Hasil survei yang dikeluarkan oleh GARANUS. Tidak ada partai politik peserta Pemilu 2014 yang mencapai batas angka indeks 1. Menurut GARANUS, itu berarti partai-partai yang bersaing di Pemilu 2014 merupakan partai yang bebas dari korupsi.

Hasil survei yang dikeluarkan oleh GARANUS. Tidak ada partai politik peserta Pemilu 2014 yang mencapai batas angka indeks 1. Menurut GARANUS, itu berarti partai-partai yang bersaing di Pemilu 2014 merupakan partai yang bebas dari korupsi.

Thomas kemudian mengungkapkan bahwa secara mengejutkan, partai-partai politik peserta pemilu 2014 ternyata memiliki indeks korupsi di bawah angka 1, sehingga tidak dimasukkan ke dalam data karena dianggap bersih.

“Ini memang di luar dugaan kami. Ternyata tidak seperti survei-survei yang dikeluarkan belakangan ini, partai-partai peserta 2014 itu bersih. Buktinya dari hasil survei kami, justru yang indeks korupsinya besar adalah partai yang tidak ikut pemilu 2014.” papar Thomas.

Hasil yang dikeluarkan oleh GARANUS memang cukup mengejutkan banyak pihak. Selama ini, tingkat indeks korupsi partai politik seringkali didominasi oleh partai-partai yang memiliki jumlah kursi atau posisi yang tinggi di pemerintahan. Beberapa survei bahkan menyebutkan partai-partai seperti PDIP, Partai Golkar, atau Partai Demokrat sebagai partai-partai politik paling korup. Namun tidak demikian halnya dengan survei yang dilakukan GARANUS. Lalu di mana posisi partai-partai tersebut?

“Yang jelas angka indeks mereka kurang dari angka 1. Bersih.  Semua peserta pemilu 2014 bersih. Saya tidak bisa bilang (survei) yang lain menggunakan cara apa, yang jelas cara kami jelas lebih efektif.” kata Thomas.

Survei GARANUS ini kemudian mendapatkan reaksi beragam dari berbagai kalangan. Tatang Suripno, pakar konspirasi politik Universitas Bunga Mercusuar Indonesia (UNIBUMI), mengatakan bahwa survei GARANUS ini penipuan.

“Survei macam apa yang hasilnya seperti ini? Ini pasti konspirasi. Saya yakin pasti pada yang mendanai untuk mencuci tangan.” ujar Tatang.

Komentar yang serupa juga dikemukakan oleh Syarief Mursin, pengamat politik dan aktivis Gerakan Transparansi dan Keterbukaan Indonesia (GTKI). Syarief bahkan menantang Thomas Paranginan untuk membuka metode yang digunakannya untuk menganalisis hasil survei.

“Saya sudah baca hasil survei dari mereka, dan saya benar-benar bingung. Bagaimana mungkin hasilnya bisa begitu? Sebaiknya bung Thomas Paranginan buka-bukaan saja soal metodenya. Kita bisa debat dan bandingkan.” tantang Syarief.

Saat kemudian ditanya lebih lanjut mengenai kemungkinan GARANUS menjalankan survei pesanan, seperti yang dituduhkan beberapa kalangan pada survei-survei yang belakangan ini muncul, Thomas membantahnya.

“Memang kita mau dukung siapa? Survei kita adil kok. Saya nggak tahu kalau yang dari teman-teman lain itu, bisa jadi bias. Kita tidak, kok.” bantah Thomas. “Untuk survei kita ini, seluruh partai politik peserta pemilu ikut serta, ikut mendanai beramai-ramai, ikut berkontribusi aktif. Jadi nggak benar kalau kita ini membela partai tertentu.” lanjutnya. (Sha01)

Iklan

posronda

Other posts by

no Respond

FOLLOW US

ARTIKEL LAWAS