Iklan
LATEST TWEET

Hindari Intimidasi, Ukraina Jajaki Kemungkinan Gabung ASEAN

April 04, 2014       Internasional, Politik      
Duta Besar Ukraina untuk ASEAN Volodymyr Pakhil (kiri) berfoto bersama Sekretaris Jenderal ASEAN Le Luong Minh.

Duta Besar Ukraina untuk ASEAN Volodymyr Pakhil (kiri) berfoto bersama Sekretaris Jenderal ASEAN Le Luong Minh.

JAKARTA, POS RONDA – Merasa terjebak di antara kekuatan Federasi Rusia dan Uni Eropa, Republik Ukraina menyatakan keinginannya untuk bergabung dengan Asosiasi Bangsa-bangsa Asia Tenggara (ASEAN).

Dalam jumpa pers yang diadakan di Gedung Pemerintahan Ukraina, Bankova, di kota Kiev, kemarin (3/4), Presiden Oleksandr Turchynov mengatakan bahwa pemerintahannya ingin menjajaki kemungkinan untuk bergabung dengan ASEAN. Langkah ini ditempuh karena Ukraina merasa terus-menerus diintimidasi oleh Presiden Rusia Vladimir Putin, dan tidak kunjung mendapatkan bantuan yang nyata dari Uni Eropa (UE) dan sekutunya, Amerika Serikat (AS).

“Kami sangat berterima kasih kepada Uni Eropa dan Amerika Serikat, yang telah mulai menjatuhkan sanksi kepada Rusia. Namun, jujur saja kami tidak mendapatkan bantuan dan kerjasama ekonomi yang benar-benar kami perlukan. Kami telah kehilangan nyawa warga kami dalam revolusi, kehilangan kekuatan ekonomi kami, dan kehilangan wilayah kami,” ujar Turchynov. “Kami tidak bisa menunggu lebih lama lagi dan kehilangan lebih banyak lagi. Oleh karena itu, pemerintahan saya memutuskan untuk mengambil langkah yang cukup radikal, mencoba bergabung dengan ASEAN. Kementerian Luar Negeri kami telah melakukan langkah-langkah yang diperlukan.” lanjutnya.

Ukraina telah mengalami masa-masa sulit dari akhir tahun 2013 hingga saat ini. Keputusan presiden sebelumnya, Viktor Yanukovych, untuk memihak Rusia dan menjauhkan Ukraina dari UE telah menyebabkan unjuk rasa besar-besaran dari pihak liberal di beberapa kota besar di negeri itu.

Unjuk rasa tersebut berkembang menjadi konflik fisik dan kerusuhan, yang menyebabkan 95 orang tewas dan lebih dari 1000 orang luka-luka. Yanukovych kemudian dipecat oleh parlemen, dan digantikan Turchynov.

Rusia bereaksi dan menggerakan angkatan bersenjatanya, dengan alasan menjaga keamanan etnik Rusia di wilayah Krimea. Parlemen Krimea kemudian memutuskan untuk bergabung dengan Rusia. Pihak UE dan AS mengecam keras, dan mulai menjatuhkan sanksi ekonomi dengan membekukan aset-aset Rusia di luar negeri. Meski demikian, permasalahan masih belum akan selesai dalam waktu dekat mengingat Rusia juga masih mengincar wilayah bagian timur Ukraina.

Sementara itu di Jakarta, Sekretaris Jenderal ASEAN, Le Luong Minh, mengakui telah menerima permintaan resmi pemerintahan Ukraina untuk melakukan penjajakan bergabung dengan ASEAN. Sekjen Minh mengaku gembira dengan keputusan Presiden Turchynov, namun tetap mengatakan bahwa ada prosedur-prosedur tertentu yang harus dilalui Ukraina untuk bisa bergabung.

“Saya merasa gembira dengan permintaan dari pemerintah Ukrainia. Ini menunjukkan bahwa ASEAN sangat diperhitungkan di dunia internasional. Mengenai bergabungnya Ukraina, tentu saja ada pertimbangan yang harus didiskusikan, serta prosedur yang harus dilalui. Akan tetapi, hubungan antara ASEAN dan Ukraina ada dalam kondisi yang baik sehingga kemungkinan negara-negara anggota ASEAN tidak akan keberatan,” ucap Minh.

Permintaan Ukraina untuk bergabung dengan ASEAN memang mengejutkan, mengingat Ukraina berada di wilayah Eropa Timur dan bukan Asia Tenggara. Hubungan kerjasama tingkat tinggi ASEAN dan Ukraina sebenarnya baru secara resmi terjalin tahun 2013, saat Ukraina resmi mengutus Volodymyr Pakhil sebagai duta besar pertama Ukraina untuk ASEAN.

Meski demikian, pengamat hubungan internasional dari Institut Studi Indonesia-Eropa (ISIE), Dwi Wisnu Hadyatman, berpendapat bahwa letak geografis bukan penghalang utama kerjasama ASEAN dan Ukraina.

“Tidak masalah. ASEAN sendiri sedang memperluas kerjasamanya, selain ASEAN+3 dengan Jepang, Korea Selatan, dan Cina. Australia, Selandia Baru, dan India juga bagian dari rencana ASEAN. Jadi meski Ukraina ada di Eropa, saya rasa tidak masalah. Hubungan Ukraina sendiri dengan masing-masing negara anggota ASEAN pun bagus, termasuk Indonesia. Adanya perbedaan kultur itu pasti, tapi kita bisa melihat ini sebagai langkah permanen ASEAN dalam memperluas pengaruh kerjasamanya di Eropa.” tutur Hadyatman. (sha01)

Iklan

posronda

Other posts by

FOLLOW US

ARTIKEL LAWAS